28 September 2021, 23:12 WIB

Sejarah Singkat Perjalanan Elektrifikasi di Rolls-Royce


Mediaindonesia.com | Otomotif

Chief Executive Officer, Rolls-Royce Motor Cars Torsten Müller-Ötvös menceritakan sejarah Rolls-Royce terkait elektrifikasi otomotif yang saat ini menjadi tren dan arah perkembangan transportasi dunia. Menurut Ötvös, pada April 1900, bapak pendiri Rolls-Royce yaitu Charles Rolls, membuat ramalan tentang elektrifikasi otomotif.

"Saat ini, perusahaan kami memulai upaya bersejarah untuk menciptakan mobil super mewah pertama dari jenisnya. Ini akan terjadi, lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang, melalui keterampilan, keahlian, visi, dan dedikasi yang luar biasa dari para insinyur, desainer, dan spesialis kami di Home of Rolls-Royce," bangganya.

Hingga saat ini, Rolls-Royce telah mengomunikasikan strategi elektrifikasinya dalam tiga pernyataan sederhana, yaitu memperkenalkan mobil serba listrik pada dekade ini (2020 – 2030); Mobil ini akan menjadi BEV murni, bukan hybrid; dan akan diluncurkan hanya jika waktunya tepat, dan setiap elemen memenuhi standar teknis, estetika, dan kinerja Rolls-Royce.

2011 - Phantom EE (102EX)

Pada 2011, Rolls-Royce merilis Phantom Experimental Electric (EE), dengan nama kode 102EX; versi baterai-listrik yang beroperasi penuh dan legal di jalan . 

Phantom EE memang tidak untuk diproduksi, namun lebih untuk test-bed yang berfungsi untuk klien, VIP, media, dan penggemar untuk mengalami propulsi listrik dan berbagi pengalaman, pemikiran, dan kekhawatiran mereka secara langsung dengan desainer dan insinyur Rolls-Royce.

Mesin bensin V12 6,75 liter dan gearbox diganti dengan baterai lithium-ion dan dua motor listrik yang dipasang di sub-frame belakang, terhubung ke transmisi kecepatan tunggal dengan diferensial terintegrasi. 

Sistem ini memberikan output daya maksimum 290kW (394 hp) dan torsi 800 Nm, dibandingkan dengan 338kW (459,5 hp) dan torsi maksimum 720 Nm, yang dihasilkan pada 3.500 rpm, untuk V12 Phantom.

Sementara Phantom EE mendapat pujian luas atas pencapaian teknisnya, terutama keheningan total dan pengiriman torsi yang mengesankan. Jangkauannya yang terbatas, siklus pengisian daya yang lama, dan masa pakai baterai tiga tahun tetap menjadi rintangan signifikan yang perlu ditangani Rolls-Royce untuk memenuhi harapan para kliennya.

2016 - VISION NEXT 100 (103EX)

diluncurkan pada 2016, mobil konsep VISION NEXT 100 (103EX) inovatif yang radikal ini ditetapkan untuk mendefinisikan visi mobilitas mewah jangka panjang dari merek tersebut. Ini menghadirkan mobil yang menawarkan mobilitas pribadi yang benar-benar individual, dan pengalaman emosional dan sensorik yang mendalam.

103EX dibangun berdasarkan empat prinsip desain utama: Bodywork Coachbuilt yang memungkinkan klien untuk memesan mobil sesuai cerminn visi pribadi mereka. Asisten virtual dan sopir yang didukung oleh kecerdasan buatan menawarkan perjalanan yang mudah.

Interiornya menciptakan tempat perlindungan yang megah, dibuat dari bahan langka dan eksklusif. Dengan ukuran panjang 5,9 meter dan tinggi 1,6 meter, mobil ini memastikan kedatangan yang agung untuk mencapai tujuannya.

Dibangun di atas platform ringan yang canggih, mobil listrik  ini bercirikan pemanduan sendiri (autonomous) sepenuhnya. Akhiran EX menegaskan bahwa 103EX adalah mobil eksperimental murni, tidak pernah dijadikan untuk memasuki produksi. 

Setelah debut spektakuler di London, mobil tersebut memulai tur dunia selama tiga tahun, dan kembali ke Home of Rolls-Royce di Goodwood pada 2019.

BERITA TERKAIT