24 September 2021, 19:31 WIB

Pemerintah Italia Lindungi Ferrari dan Lamborghini dari Regulasi ICE Eropa


mediaindonesia.com | Otomotif

Ferrari dan Lamborghini sudah menjadi brand otomotif yang menjadi kebanggaan sekaligus menjadi represntasi Italia sebagai negara yang maju dalam bidang desain, dan teknologi otomotif. Oleh karena itu Italia berusaha melindungi kedua merek ikonik mereka terhadap usulan pelarangan penggunaan mesin pembakaran dalam (internal-combustion engine/ICE) yang akan diberklakukan oleh Uni Eropa (UE), seperti yang diberitakan oleh Bloomberg belum lama ini.  

Menurut Bloomberg, pemerintah Italia saat ini sedang dalam pembicaraan dengan UE tentang pembebasan dua pembuat supercar dari usulan pelarangan kendaraan pembakaran internal baru yang diumumkan pada Juli lalu, dan akan mulai berlaku pada 2035.

Roma melontarkan alasan bahwa aturan yang diusulkan seharusnya diterapkan berbeda untuk para produsen supercar kelas atas mengingat produk yang mereka buat tidak banyak seperti produsen mobil massal lainnya. Selain itu konsumen produk mereka juga umumnya tidak menggunakan eksotis tersebut untuk pemakaian harian.

Saat ini aturan pelarangan penggunaan mesin berbahan bakar fosil tersebut belum final. Perlu didiskusikan oleh negara-negara anggota dan Parlemen Eropa. Hal ini menurut Bloomberg, bisa memakan waktu sampai dua tahun dalam prosesnya. Negara-negara anggota UE kemungkinan akan mengusulkan amandemen untuk melindungi industri lokal, dengan Prancis telah mengusulkan target emisi yang lebih lunak.

Ferrari dan Lamborghini memang sudah mulai menerapkan elektrifikasi pada mobil buatan mereka. Akan tetapi sejauh ini penerapannya baru sebatas sistem hybrid yang masih menggunakan mesin berbahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya.

Saat ini Ferrari berkomitmen untuk membuat setidaknya satu model mobil listrik (electric vehicle/EV). Ferrari pernah menyatakan sebelumnya bahwa mobil listrik memiliki keterbatasan teknologi baterai yang membuatnya dulu enggan melirik teknologi yang digadang-gadang sebagai solusi lingkungan terhadap pencemaran udara. 

April lalu Ferrari mengumumkan akan membuat EV pertamanya dalam bentuk crossover. Rencananya mobil listrik pertama Ferrari ini akan meluncur pada 2025 mendatang. Ferrari juga akan menerapkan powertrain hybrid ke lebih banyak model.

Seentara itu, produsen mobil Lamborghini mengumumkan rencana untuk meluncurkan penerus Aventador berteknologi hybrid pada 2023 mendatang yang akan mengakhiri perjalanan supercar V12 Lambo non-listrik. Akan tetapi.  Lamborghini hingga saat ini belum mengumumkan rencana pasti untuk membuat mobil lisrik murni.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg yang dipublikasikan pada Minggu (5/9), Chief Executive Officer Porsche Oliver Blume mengatakan, merupakan sebuah kesalahan jika memberikan pengecualian kepada produsen mobil terkait pelarangan mesin ICE. Menurut boss Porsche, semua pihak harusnya melakukan peranan mereka dalam upaya mengurangi emisi. 

"Teknologi EV mampu memberikan performa jauh lebih baik dibandingkan mesin pembakaran internal," ujar Oliver Blume. Pernyataan ini dilontarkan usai mengungkapkan konsep mobil balap listrik Porsche Mission R di pameran mobil Munich.

BERITA TERKAIT