27 August 2021, 15:56 WIB

Desain dan Fungsi Menjadi Salah Satu Kunci Sukses MG


RO | Otomotif

SEJAK awal membangun merek Morris Garage (MG) di Oxford, Inggris, Cecil Kimber dan William Morris ingin membuat mobil-mobil Morris bisa berpacu dengan kecepatan dan bergaya lebih sporty. Mendekati usia 100 tahun dengan puluhan model yang diproduksi, MG konsisten menghadirkan desain mobil MG yang tidak hanya menawarkan tren gaya dan kecepatan, tetapi juga berkualitas tinggi serta aman dan nyaman dikendarai.

Melalui produk pertamanya, Old Number One, konsumen Inggris di era '20an menemukan sensasi berkendara baru 'small, fast, and fun to drive'. Pada dekade berikutnya MG semakin dalam menorehkan prestasinya di berbagai arena balap, bahkan sukses memenangkan Mille Miglia sebagai satu-satunya merek non-Italia. Model K3 lah yang berhasil membuat MG mencatatkan tonggak pencapaian baru di masa itu. 

Di masa Perang Dunia II MG memasuki pasar Amerika dimana tren mobil cenderung memiliki ukuran, dan bobot yang besar, sangat berbeda dengan apa  ditawarkan oleh MG. Namun MG T-types dengan gaya desain body-on-frame open two-seater sports cars-nya, berhasil mencuri perhatian para penggemarnya di luar benua Eropa. 

"MG ingin terus mempertegas ciri khasnya sebagai merek dengan nilai sejarah dan cita rasa Inggris, bahkan di era sekarang. Permainan pada lekukan di sisi eksteriornya yang merupakan perpaduan keanggunan dan kecepatan tinggi didukung penuh dengan kenyaman dan teknologi terkini dari dalam kap mesin dan interiornya yang sangat berkelas. Kini seluruh perpaduan itu kami sebut dengan Brit Dynamic dan akan terus menjadi kekuatan dan ciri khas desain mobil MG," ungkap Marketing and PR Director MG Motor Indonesia Arief Syarifudin.

Carl Gotham selaku Advanced Design Director yang bertugas di Advanced Design Studio MG di London, selalu menerapkan 7 tahapan penting dalam mendesain mobil-mobil MG. Riset adalah langkah awal yang terpenting sebelum melakukan sketsa agar target akhir yang diinginkan betul-betul terdefinisi dengan baik. Sketsa tidak hanya berfungsi untuk mengekspresikan ide, tetapi juga mempertegas karakter dari desain yang ingin diwujudkan. 

Data yang memadai penting sekali untuk memastikan dari desain, mobil yang terwujud dapat berfungsi maksimal di tangan pengendara. Dari ketiga langkah awal tersebut, tim desainer MG mewujudkan desain tersebut dengan membuat model dari tanah liat, lalu dilanjutkan dengan menerapkan langkah kelima, yaitu CMF – colour, material, dan finish. 

Selanjutnya, User Xperience (pengalaman pengguna) dan User Interface (antarmuka pengguna) merupakan langkah penting agar dapat memaksimalkan penggunaan teknologi dan desain mobil oleh penggunanya. Terakhir, evolusi, yaitu cara MG dalam memanfaatkan teknologi demi memenuhi kualitas desain yang lebih unggul.

"Para desainer visioner yang bekerja di studio MG setia dalam menerapkan Warisan MG yang merupakan kombinasi dari visi yang sederhana, kisah cinta yang universal, lepas dari norma, penciptaan ikon, berjiwa muda, dan yang terpenting bergerak dengan waktu. Di MG, kami ingin terus mencipta tren desain kreatif dan mengontribusikannya kepada kesuksesan merek MG secara global. Sebagai contoh, mobil listrik, Cyberster, dan yang terbaru, MG One adalah cara MG aktif berkreasi dan berinovasi di era mobilitas baru yang kian seru,"  tutup Arief.

BERITA TERKAIT