17 August 2021, 15:17 WIB

Kunci Kesuksesan Mitsubishi L300 Selama Empat Dekade  


mediaindonesia.com | Otomotif

MITSUBISHI L300 merupakan kendaraan niaga ringan paling fenomenal di Indonesia. Bagaimana tidak. Sejak pertama diperkenalkan di tanah air pada 1981, permintaan terhadap kendaraan ini masih tinggi hingga saat ini. Oleh karena itu PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) masih terus memproduksinya hampir tanpa mengalami ubahan desain dasar. Bisa dibilang, tidak ada kendaraan lain di Indonesia yang mampu menyaingi reputasi L300 ini.

Ada sejumlah faktor yang membuat L300 bisa mempertahan popularitasnya di kalangan pebisnis hingga 4 dekade. Diantaranya adalah kemampuan dan daya angkutnya yang besar. Hal ini karena desain L300 tidak memiiki 'hidung' dengan penempatan mesin di bawah tempat duduk yang memungkinkan untuk memaksimalkan kapasitas angkut barang dan penumpang. 

Desainnya yang sederhana dan praktis membuat L300 mudah dalam hal pemeliharaan serta ringan dalam hal biaya perawatannya. Selain itu, layanan purna jualnya yang luas serta harga jual kembali yang tinggi membuat L300 ini menjadi 'kendaraan idaman' bagi para pelaku usaha. Bahkan menjadi sebuah simbol kesuksesan bagi yang baru menjalankan bisnisnya.

Di Indonesia, Mitsubishi Colt L300 pertama kali hadir dengan mesin bensin 1.4 liter yang awalnya ditujukan sebagai penerus kesuksesan 'Si Raja Jalanan' Colt T100 dan Colt T120. Benar saja, kendaaan ini langsung diterima berkat fleksibilitasnya yang tinggi sehingga selain dijadikan sebagai pengengkut barang, L300 kerap dikaroseri menjadi minibus.

Karena dianggap performanya kurang bertenaga, Colt L300 pun mendapatkan mesin bensin terbaru pada 1984, berkode 4G32 1.6 liter yang menghasilkan 71 hp pada 5.000 rpm dengan torsi maksimal 127 Nm pada 3.000 rpm. Ini adalah mesin yang sama dengan yang digunakan oleh model sedan Galant 1.6 liter. 

Pada tahun yang sama, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) yang menjadi APM saat itu juga merilis L300 bermesin diesel 2.3 liter sebagai alternatif. Meskipun tenaganya hanya 64 hp pada 4.200 rpm, namun mesin peminum solar ini memiliki torsi lebih besar, yaitu 137 Nm pada 2.000 rpm sehingga sangat cocok dan andal sebagai kendaraan pengangkut barang.

Memenuhi tuntutan konsumen akan performa yang lebih andal, empat tahun kemudian mesin diesel ini digantikan dengan mesin 4D56 berkapasitas 2.5 liter dengan output 73 hp pada 4.200 rpm dan torsi 142 Nm pada 2.500 rpm. Berkat keandalannya, salah satu mesin diesel legendaris Mitsubishi ini tetap dipertahankan hingga saat ini. Bahkan mesin ini juga dipercaya menjadi dapur pacu Mitsubishi Pajero Sport di beberapa generasi, tentunya dengan teknologi yang disesuaikan dengan kelasnya.

Berkat segala kelebihannya, L300 hampir secara konsisten menjadi penyumbang ketiga terbesar penjualan Mitsubishi Motors secara nasional. Sepanjang Juli 2021 MMKSI berhasil menjual sebanyak 9.122 unit kendaraan dan L300 berkontribusi sebesar 22,6% dari total penjualan, di bawah Xpander termasuk Xpander Cross yang menguasai lebih dari 50%.

Saat ini Mitsubishi L300 ditawarkan dalam tiga varian yakni Pick-Up Standar, Pick-Up Flat Bed dan Cab Chasis. Dimensi cargo bed yang dimiliki Mitsubishi L300 (P x L x T) adalah 2.430 mm x 1.600 mm x 360 mm (standard), 310 mm (flatbed). Dimensi ini membuat cargo bed Mitsubishi L300 mampu mengangkut beban hingga 1,26 ton. L300 dijual di rentang Rp189,5 juta hingga Rp194 juta. (S-4)

BERITA TERKAIT