11 August 2021, 19:27 WIB

Begini Sosok 'Corolla DX' Bila Lahir Kembali


mediaindonesia.com | Otomotif

SALAH satu model Toyota yang berjaya di era 80-an adalah Corolla model E70 yang juga dikenal di Indonesia dengan julukan Corolla DX. Itu karena hanya varian DX saja yang resmi dipasarkan oleh PT Toyota Astra Motor. 

Ciri kuat 'Corolla DX' ada pada desainnya yang serba kotak dan tajam yang ngetren pada saat itu. Corolla generasi ke-4 ini menghilangkan unsur-unsur lekukan membulat pada generasi sebelumnya (E30, E40, E50, E60).

Sejatinya Corolla seri E70 hadir dengan beragam varian mesin bensin, mulai dari 1.3 liter hingga 1.8 liter, serta mesin 1.8 liter diesel. Termasuk body style-nya yang tersedia mulai dari sedan 4 pintu dan dua pintu, coupe 2 pintu, wagon, hingga liftback 3 pintu.

Namun yang paling mencolok adalah varian 1600GT bermesin 1.6 liter 2T-GEU DOHC 8 katup bertenaga 107 hp yang membuatnya diandalkan sebagai mobil reli. Sistem penggerak roda belakangnya, membuat mobil sepuh ini masih kerap terlihat di ajang kompetisi mobil reli klasik dan ajang drifting saat ini.

Keistimewaan itulah yang membuat Andrew Guerrero mencoba melahirkan kembali sosok 'Corolla DX' ke dunia modern. Dalam deskripsinya yang diunggah situs Top Gear Filipina, reinkarnasi Corolla E70 ini memiliki dimensi panjang 4.400 mm, lebar 1.752 mm tinggi 1.394 mm dengan jarak sumbu roda 2.641 mm yang menjadikannya lebih besar dibanding Corolla versi 80-an.

Meskipun banyak ubahan, ciri khas Corolla E70 masih tetap dapat dikenali dengan tampilannya yang serbakotak dan unsur khas lainnya, seperti bentuk lampu senja di bagian sisi moncong depan, termasuk lekukan fender roda depan dan belakang. Bedanya, sedan yang diberi nama Corolla Gazoo Racing (GR)70 ini tidak memiliki talang air, dan bumper menonjol yang terpisah dari struktur bodi. 

Corolla GR70 dibekali velek alloy dibalut ban berukuran 215/45 R17 dan head lamp empat lampu berteknologi LED dengan bentuk melingkar yang terinspirasi dari desain lampu Corolla E70 generasi awal.

Menyisir ke bagian samping, tampak pilar A yang dilabur warna hitam mengkilap. Sementara pada pilar C terdapat aksen lubang angin yang juga menjadikan ciri khas E70 klasik era 80-an. Demikian pula lampu kombinasi LED belakang bedesain kotak untuk menjaga kesan klasiknya.

Meskipun mempertahankan sistem penggerak roda belakang, mobil ini disebut-sebut menggunakan platform Rear Wheel Drive - Toyota New Global Architecture (RWD-TNGA) kompak yang akan banyak saling berbagi komponen dengan platform TNGA berpenggerak roda depan.

Suspensi bagian depan menganut sistem independent MacPherson struts. sementara bagian belakang menggunakan independent multi-link yang tentunya jauh lebih baik dibandingkan dengan leluhurnya. Termasuk penerapan material aluminium pada kap mesin dan penutup bagasi untuk mereduksi bobot.

Corolla GR70 ditawarkan dalam dua pilihan mesin non turbo hasil 'korekan' Gazoo Racing (GR), yaitu 2.0 liter M20A-FKS bertenaga 195 hp dan torsi 210 Nm, dan 2.5 liter A25A-FKS bertenaga 227 hp dengan torsi 252 Nm. Kedua mesin dikawinkan dengan transmisi otomatis 6-speed dengan paddle shifter. (S-4)

BERITA TERKAIT