27 June 2021, 20:45 WIB

Fitur Keselamatan Bermasalah, Tesla Tarik 285 Ribu Mobil Listrik dari Tiongkok


Insi Nantika Jelita | Otomotif

PRODUSEN mobil listrik, Tesla (TSLA) mulai menarik lebih dari 285 ribu kendaraan dari Pasar Tiongkok pada Sabtu (26/7) karena risiko keselamatan terkait fitur kontrol jelajah kendaraan tersebut. 

Badan Pemasaran Tiongkok menyebut, permasalahan pada sistem kendali kecepatan otomatis atau cruise control, dapat menyebabkan pengemudi mengaktifkan sistem tersebut secara tidak sengaja, sehingga dianggap membahayakan karena meningkatkan kecepatan secara tiba-tiba yang melampaui ekspektasi pengemudi.

Penarikan mobil tersebut mencakup 35.665 kendaraan Model 3 yang diimpor dan 249.855 Model 3 dan Model Y yang dibuat di pabrik Tesla di Shanghai, Tiongkok. Pelanggan tidak akan diminta untuk mengembalikan kendaraan. Sebagai gantinya, mereka akan menerima pembaruan perangkat lunak gratis baik dari jarak jauh atau secara langsung untuk menyelesaikan masalah.

Tesla pun meminta maaf atas penarikan tersebut pada hari Sabtu dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun Weibo resminya, salah satu situs media sosial paling populer di Tiongkok. Tesla mengatakan akan terus meningkatkan sesuai dengan peraturan keselamatan Tiongkok.

Baca juga : Xpander Ultimate Jadi Primadona di Masa Relaksasi Pajak

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan pada pemilik mobil kami. Sementara itu, Tesla akan secara ketat mengikuti peraturan nasional (Tiongkok) dan terus meningkatkan perlindungan keselamatan dengan memberikan pengalaman berkendara yang baik dan aman kepada pelanggan kami," kata Tesla dilansir CNN, Minggu (27/6).

Dengan kejadian tersebut, membuktikan Tiongkok menjadi pasar yang sulit bagi Tesla. Lima badan atau lembaga pengatur Tiongkok juga mempertanyakan kualitas mobil Model 3 Tesla.

Mobil listrik itu dilaporkan menjual kurang dari 26.000 mobil di Tiongkok pada April, turun 27% dibanding Maret (mom) menurut angka yang dirilis oleh Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok. Penurunan terjadi karena produsen kendaraan listrik Tiongkok seperti Nio (NIO), Xpeng, dan Li Auto, yang juga melaporkan peningkatan penjualan domestik. (CNN/OL-7)

BERITA TERKAIT