15 April 2021, 19:24 WIB

Rahasia di Balik Keperkasaan Mitsubishi Xpander AP4


mediaindonesia.com |

Feeling pereli sekaligus brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia Rifat Sungkar terhadap potensi tersembunyi Mitsubishi Xpander sebagai kendaraan kompetisi ternyata benar.  

Bersama Xpander AP4 yang ia kendarai bersama navigator M Redwan, Rifat berhasil menjuarai reli nasional Fortuna Nusantara Tropical Sport Rally 2021 di Sirkuit Badak, Tanjung Lesung, Banten, pada 10-11 April 2021.

Mitsubishi Xpander AP4 merupakan mobil khusus reli yang dikembangkan oleh Rifat Sungkar dan PT Mitsubishi Krama Yudha Motor Sales Indonesia (MMKSI) dari basis mobil keluarga Xpander dengan bantuan tim Ralliart Selandia Baru. 

Platform Xpander berasal dari Lancer dan Rifat mencium DNA sport yang kuat pada kendaraan MPV keluarga itu. Ia semakin tertarik mengembangkannya sebagai mobil reli setelah merasakan kemiripan karakter handling Xpander dengan Mitsubishi Evolution.

AP4 sendiri merupakan kelas mobil reli yang mengharuskan mobil peserta menggunakan basis kendaraan harian yang diproduksi dan dijual secara massal di pasaran. 

AP4 merupakan sebuah kelas yang dicanangkan oleh Motorsport New Zealand (MSNZ) dan Confederation of Australia Motorsport (CAMS) selaku induk olahraga otomotif di kedua negara tersebut pada 2015.

Menurut Rifat, semua aspek yang dimiliki Xpander sangat memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai kendaraan reli. Mulai dari struktur, konstruksi dan dimensi kendaraan hingga basis mesin yang mudah dikembangkan.

Untuk struktur bodi, Xpander sudah memiliki konstruksi yang cukup baik. 
Selain jarak antara sumbu roda yang panjang, sumbu roda Xpander mudah untuk menyesuaikan regulasi AP4 selebar 1.820 mm. 

"Selain panjang, Xpander memiliki kelebihan dengan kabinnya yang lebar, oleh karena itu nyaman digunakan di segala medan," ujar Rifat dalam tayangan kanal Youtube-nya.

Bobot kendaraan juga menjadi hal penting di dunia balap. Mitsubishi Xpander standar memiliki bobot 1.780 kg sehingga mudah untuk memangkas beratnya untuk mencepai 1.230 kg hingga 1.300 kg, sesuai regulasi AP4.

"Di dunia motorsport, menghemat berat adalah segalanya," tegas Rifat. Oleh karena itu seluruh komponen dalam kabin dilepas sama sekali, baru kemudian dipasangkan roll cage pelindung, bangku balap yang ringan, serta peralatan yang dibutuhkan. 

Pemakaian material ringan menjadi suatu kewajiban. Kaca-kaca jendela diganti dari bahan plexyglass. "Bahan ini mampu menghemat bobot mobil hingga 8 kg. Serat karbon juga menjadi bahan wajib terutama pada bodi kit hingga rear spoiler dan tutup bagasi.

Distribusi bobot kendaraan yang seimbang sangat penting terhadap kelincahan bermanuver. Untuk itu, posisi jok dimundurkan. "Biasanya posisi duduk sejajar kaca, kini sejajar pilar B, mundur sekitar 20 cm," ujar Rifat. 

Selain faktor-faktor di atas, tentu saja dapur pacu menjadi kunci utama lainnya. Mesin Mitsubishi Evolution 4B11 turbo yang awalnya berkapasitas 2.0 liter, diciutkan menjadi 1.600 cc menyesuaikan regulasi AP4. Daya yang dihasilkan mencapai 300-340 hp dengan torsi di kisaran 500 Nm.

Tenaga dan putaran mesin kemudian disalurkan ke transmisi kompetisi jenis manual sequential, kemudian disebar ke roda depan dan belakang. "Gearboxnya Xtrac, center differetial-nya juga Xtrac, dan gardan belakangnya juga Xtrac," terangnya.
    
Semua 'racikan' itu akhirnya berhasil membuktikan 'insting' Rifat terkait adanya 'potensi trsembunyi' pada Mitsubishi Xpander, setelah suami artis cantik Sissy Priscilla ini memenangkan kejuaraan Fortuna Nusantara Tropical Sport Rally 2021, akhir pekan lalu. (S-4)

BERITA TERKAIT