14 March 2021, 23:51 WIB

Kawasaki Kembangkan Helikopter Bermesin Ninja HR2


mediaindonesia.com | Otomotif

Tidak banyak orang yang mengetahui jika Kawasaki bukan hanya memroduksi sepeda motor. Sebaliknya hampir semua orang mengenal sepeda motor Kawasaki berkat kualitas dan performanya yang baik.

Sejatinya industri sepeda motor Kawasaki hanya bagian kecil dari perusahaan induk Kawasaki Heavy Industries (KHI). KHI sendiri merupakan salah satu industri raksasa di Jepang yang berusia 124 tahun dengan pendapatan total senilai US$15 miliar tahun lalu. 

Dari angka tersebut hanya US$3,2 miliar yang disumbang oleh divisi sepeda motor dan permesinan,  US$2,5 miliar disumbang dari divisi energy systems dan plant engineering, dan US$2,2 miliar merupakan kontribusi dari divisi precision machines dan robotika.

Segmen terbesar penyumbang pendapatan Kawasaki justru dari divisi kedirgantaraan yang meraup US$4,6 miliar tahun lalu. Kawasaki memproduksi beberapa model helikopter sipil dan militer, termasuk mesin-mesin turbofans besar untuk memasok berbagai pesawat jet Airbus dan Boeing.

Jadi tidak perlu heran jika Kawasaki saat ini tengah asyik dengan mainan anyarnya yang diberi nama K-Racer, yaitu helikopter tanpa awak yang menggunakan beberapa sistem propulsi. Bentang bilah rotor sepanjang 4 meter di bagian atasnya mampu mengubah sudut untuk memberikan K-Racer kemampuan kemirngan dan gerakan K-Racer ke segala arah.

Tidak seperti helikopter pada umumnya, K-Racer tidak memiliki rotor di bagian ekornya. Sebagai gantinya, terdapat dua sepasang rotor di kiri kanan ujung sayap pendeknya yang menghadap ke depan yang bertugas sebagai pengendali yaw, sebagai penyeimbang torsi putaran dari rotor utama. 

Kedua rotor tersebut juga memberikan gaya dorong untuk membuat K-Racer melaju ke depan, dan menurut Kawasaki desain ini mampu memberikan kemampuan terbang K-Racer lebih cepat dibandingkan dengan desain helikopter konvensional. Yang tak kalah uniknya, helikopter K-Racer ini ditenagai oleh turunan mesin sepeda motor Kawasaki Ninja HR2 yang dilengkap supercharger dengan tenaga maksimal 300 hp.

Desain helikopter knvensional memiliki batasan kecepatan di udara. Pasalnya ketika bergerak maju bilah rotor saat berputar akan mendapat tambahan daya dorong saat berada pada sisi melawan arah laju, namun sebaliknya pada sisi yang berlawanan karena bergerak ke belakang. Asimetri inilah yang disebut sebagai 'etreating blade stall' dan merupakan faktor utama yang membatasi kecepatan terbang helikopter konvensional.

Untuk bisa lebih cepat diperlukan sesuatu yang berbeda, seperti memasang sebuah sayap pada sisi 'retreating-blade' helikopter yang dapat membangkitkan kompensaasi gaya angkat saat kecepatan bertambah, atau memasang dua rotor di bagian atas dengan arah berlawanan secara koaksial.

Kawasaki mengakui desainnya ini tidak sepenuhnya menghilangkan asimetri gaya angkat dari rotor utama, tapi saat bergerak pada kecepatan tertentu, gaya angkat yang dihasilkan oleh kedua sayap kecil mampu membuat K-Racer tidak sepenuhnya hanya bergantung pada rotor utama.

Untuk saat ini, K-Racer hanya sebatas demonstrasi teknologi yang telah diterbangkan dalam beberapa pengujian untuk menunjukkan kestabilannya di bawah kendali otonom.

Kawasaki menyatakan pihaknya akan menggunakan hasil yang diperoleh dari pengujian ini untuk mengembangkan kendaraan VTOL (Vertical Take Off and Landing) alias kendaraan yang mampu mendarat dan terbang secara vertikal, termasuk helikopter berawak dan tak berawak, serta pengembangan sistem-sistem operasi pesawat untuk berbagai layanan.

"Kami akan berkontribusi kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi penerbangan kami, yang mencakup realisasi sistem VTOL di masa depan," ungkap Kawasaki dalam siaran resminya. (S-4)

BERITA TERKAIT