14 March 2021, 01:39 WIB

Kakek Edan Targetkan Rekor Kecepatan 1.609 km/jam


mediaindonesia.com | Otomotif

Saat ini rekor kecepatan di darat masih teguh dipegang oleh ThrustSSC yang berhasil menembus dinding suara dengan kecepatan 763,035 mil/jam atau 1.227,985 km/jam yang diukirkan pada Oktober 1997 silam. Rekor tersebut masih belum terpecahkan hingga saat ini.

Setelah kegagalan tim Bloodhound SSC, dan North American Eagle yang hancur dalam kobaran api tragis di Oregon, Aussie Invader 5R dari Perth berencana untuk mencetak kecepatan 1.000 mil/jam (1.609,3 km/jam)!

Memang aneh. Biasanya sebuah rekor tidak akan bertahan lama, terlebih di era kemajuan teknologi yang pesat seperti saat ini. Bayangkan! Rekor tersebut belum tumbang hingga lebih dari dua dekade atau tepatnya lebih dari 23 tahun lalu!

Manusia tercepat di Australia Rosco McGlashan adalah satu diantara orang-orang yang berambisi menumbangkannya. Pria yang tinggal di Perth, Australia bagian barat ini terus mengerjakan proyek untuk mengukir rekor kecepatan di daratnya dalam beberapa dekade terakhir.

Pada 1994 dia berhasil rekor tercepat di Australia pada kecepatan 500 mil/jam atau 802,6 km/jam. Pada upaya memecahkan rekornya di padang garam Lake Gairdner (Australia Selatan) pada 1995, ia keluar jalur dan menghantam peralatan pencatat waktu pada kecepatan 600 mil/jam (960 km/jam), atau hanya berselisih 48 km/jam di bawah rekor tercepat saat itu.

Pada upaya berikutnya di tahun 1997, kondisi lintasan garam yang buruk menggagalkan upaya dengan mobil ketiganya, dan dia harus rela kalah dengan Andy Green yang menggunakan mobil ThrustSSC.

Kini Rosco McGlashan kembali dan yakin mampu melewati angka psikologis 1.000 mil/jam (1.609 km/jam) bersama kendaraan barunya yang diberi nama the Aussie Invader 5R.

Aussie Invader yang sebelumnya menggunakan mesin jet bekas pesawat tempur, kini ditenagai oleh mesin roket baru yang mampu memberikan dorongan berkekuatan 62.000 pound (28.000 kg) atau setara 200.000 hp. McGlashan bekerja sama dengan perancang roket terkenal Bob Truax dan Peter Beck dari Lab Roket Selandia Baru.

Jika berhasil mencapai 1.000 mil/jam prosesnya hanya akan memakan waktu 22 detik. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di kokpit pada kondisi tersebut, terlebih McGlashan sudah berusia 71 tahun saat ini.

Karena tekanan G-Force yang akan terjadi mampu merobek ban, dan roda-roda tidak untuk menyalurkan tenaga ke permukaan jalan, akhirnya diputuskan untuk menggunakan roda-rda dari aluminium solid tanpa ban.

Masing-masing roda memiliki bobot 140 kg dan dirancang untuk mampu berputar hingga 10.200 rpm yang sanggup menghasilkan gaya sekitar 50G. Semetara sayap canard di bagian depan juga dirancang dapat menyesuaikan dengan bobot di roda depan saat pusat gravitasi mobil bergeser.

Untuk mengentikan monster ini menjadi persoalan berikutnya. Hambatan angin murni akan menjadi bagian pertama yang akan membuat pengendara mengalami gaya deselerasi sebesar 16G.

Kemudian sepasang rem udara dari logam akan keluar dari bagian belakang pada kecepatan 1.287 km/jam yang mampu menyerap tekanan sebesar 7 ton. Berikutnya sebuah 'parasut kecepatan tinggi' akan keluar memperkuat 'pengereman' pada kecepatan 966 km/jam dilanjutkan dengan keluarnya 'parasut kecepatan rendah' pada kecepatan 724 km/jam. Akhirnya pengereman akan dituntaskan dengan keempat rem cakram di keempat rodanya.

Pada dasarnya kendaraan ini merupakan tabung cerutu baja sepanjang 12 meter dengan ketebalan dinding 10mm dan berbobot 2,5 ton. Tabung ini sebagian besar berisi 800 liter terpentin, 2 ton white fuming nitric acid oxidiser, 4 tangki besar gas nitrogen bertekanan 4.000 psi dan mesin roket. Jadi hanya sebagian kecil di sisakan untuk ruang pengendara yang dilindungi oleh roll cage.

Dalam sebuah wawancara dengan CarAdvice, tim Aussie Invader mengumumkan akan melakukan aksinya pada 2022 dengan target utama menembus kecepatan 1.000 mil/jam (1.609 km/jam).

Kita patut mengapresiasi upaya gigih mereka untuk sebuah pencapaian ambisi seorang pria yang hampir sepanang hidupnya mengejar dan menembus kecepatan suara. Pada akhirnya seorang pria akan berpamitan sambil memeluk dan mencium sang istri, kemudian ia menambatkan dirinya di atas roda untuk mempertaruhkan nyawa, demi sebuah kemuliaan pribadi dan kisah hebat untuk diceritakan dan diwariskan. (Aussie Invader via Car Advice via NewAtlas/S-4)

BERITA TERKAIT