10 March 2021, 20:25 WIB

Piaggio Group, KTM, Honda dan Yamaha Bentuk Konsorsium


RO |

Piaggio Group (PIA.MI) hari ini mengumumkan telah menandatangani surat kesepakatan dengan tiga produsen motor, yaitu KTM AG, Honda Motor Co Ltd, dan Yamaha Motor Co Ltd, dalam mempersiapkan Konsorsium Baterai Swap untuk sepeda motor dan kendaraan listrik ringan.

Dalam konteks Paris Climate Agreement dan transisi terhadap elektromobilitas, para anggota pendiri konsorsium percaya bahwa ketersediaan sistem standar baterai yang dapat ditukar (swap) mampu mendorong perluasan kegunaan kendaraan listrik ringan dan berkontribusi kepada siklus pengelolaan baterai yang lebih efektif untuk digunakan dalam sektor transportasi.

Dengan memperluas jangkauan, mempersingkat waktu pengisian dan menurunkan biaya kendaraan serta infrastruktur, para produsen berusaha menjawab kekhawatiran utama para pelanggan mengenai masa depan elektromobilitas.

Tujuan Konsorsium ini adalah untuk mendefinisikan standar spesifikasi sistem baterai yang dapat ditukar untuk kendaraaan yang masuk ke dalam kategori-L: moped, sepeda motor, sepeda tiga roda dan sepeda empat roda. 

Melalui kerjasama dengan para stakeholder dan badan standarisasi nasional, Eropa dan internasional, para anggota pendiri Konsorsium akan terlibat dalam penciptaan standar teknis internasional.

Aktivitas konsorsium akan dimulai pada Mei 2021. Empat anggota pendiri mendorong semua stakeholder yang tertarik untuk bergabung dalam kerja sama ini sekaligus memperkaya keahlian dalam Konsorsium ini.

"Dengan menandatangani surat kesepakatan, para penandatangan menunjukkan sikap proaktif terhadap kekhawatiran pelanggan dan prioritas politik terkait elektrifikasi kendaraan," ungkap Piaggio Group Chief of strategy and product Michele Colaninno, Kamis (10/3).   

Menurut Colaninno, standar internasional untuk sistem baterai swap akan membuat teknologi ini lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

"Kerja sama yang lebih kuat antara produsen dan institusi akan memungkinkan industri ini untuk memberikan respon lebih baik lagi terhadap tantangan utama masa depan mobilitas," paparnya. (S-4)

BERITA TERKAIT