28 February 2021, 11:53 WIB

Kiat Cegah Tabrakan Beruntun dari Auto2000


RO | Otomotif

TABRAKAN beruntun di jalan bisa terjadi di manapun dan kapan pun. Sumber masalah utama dari tabrakan beruntun adalah kelengahan pengguna jalan di belakang yang alpa menjaga jarak aman dengan mobil lain di depannya. 

Menjadi semakin riskan saat ini karena dalam kondisi musim hujan dimana jarak pandang pengemudi berkurang dan jalan licin membuat mobil lebih mudah terlibat kecelakaan.

Seringkali pengemudi yang sudah siap mengantisipasi tetap ikut terlibat kecelakaan karena ketidaksiapan pengemudi lain di belakangnya. Selain itu, mobil juga menabrak dari belakang akibat perbedaan kecepatan yang terlampau jauh, terutama di jalan tol.

Yang tidak kalah penting dan masih kerap terjadi, fokus pengemudi teralihkan oleh aktivitas lain seperti bermain ponsel. Karena itu pencegahan tabrakan beruntun harus dilakukan bersama-sama. Berikut langkah yang bisa dilakukan oleh AutoFamily untuk mencegah tabrakan beruntun.

Fokus dan Waspada

Mengemudi mobil adalah kegiatan penuh waktu yang tidak bisa disambi dengan aktivitas lain karena perhatian harus tetap fokus dan waspada hanya pada kondisi jalan di depan. Oleh sebab itu, simpan ponsel dan persiapkan segala kebutuhan mengemudi dengan baik, mulai dari menyiapkan peta digital, makanan, minuman, dan kartu e-tol sebelum berjalan sehingga tidak mengalihkan perhatian ketika dibutuhkan.

Ikuti Aturan Kecepatan di Jalan

Patuhi aturan kecepatan minimal dan maksimal di jalan agar tidak memicu kecelakaan ditabrak dari belakang. Mobil yang terlalu lambat membuat kendaraan di belakang sulit mengantisipasi jarak dan laju mobil, sedangkan mobil yang terlalu kencang bisa berpotensi memicu kecelakaan jika gagal dikendalikan. 

Berjalanlah sesuai aturan dan kebutuhan, termasuk dalam memilih jalur yang sesuai kecepatan mobil di jalan multi lajur seperti jalan tol.

Jaga Jarak Aman Antar Mobil

Cara termudah adalah dengan teknik berhitung minimal tiga detik atau  lebih dari tiga detik lebih baik lagi. Perhitungannya sederhana, AutoFamily bisa menentukan patokan benda statis yang dilalui kendaraan di depan, seperti tiang lampu penerangan jalan, dan mulai berhitung tiga detik.

Ketika melintasi benda itu tepat masuk pada detik ketiga, maka jarak AutoFamily aman. Bila masih kurang dari tiga detik dan benda itu sudah dilewati, berarti kecepatan mobil terlalu tinggi dan segera kurangi.

Harapannya, cukup waktu untuk merespons situasi darurat. Waktu 3 detik atau lebih sebagai perhitungan reaksi pengemudi mulai dari mata melihat, anggota tubuh seperti kaki merespons dengan menginjak pedal rem, dan mobil bereaksi dengan melakukan pengurangan kecepatan.

Perawatan Kendaraan

Seperti diutarakan sebelumnya, butuh reaksi dari mobil agar dapat menghindari tabrakan beruntun, bisa dengan melakukan pengereman atau manuver menghindar. Untuk memastikan mobil sanggup bereaksi sesuai keinginan pengemudi, servis berkala secara rutin memegang peran penting  untuk memastikan seluruh bagian mobil selalu dalam kondisi prima.

"Di musim hujan ini Tabrakan mobil secara beruntun masih kerap terjadi namun bisa dihindarkan jika AutoFamily mematuhi aturan lalu lintas dan menerapkan prinsip safety driving. Yang tidak kalah penting, menjaga kondisi mobil supaya tetap prima dengan menjalankan servis berkala,” jelas Aftersales Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara, Minggu (28/2). (S-4)

BERITA TERKAIT