03 December 2020, 04:30 WIB

Ineos Rangkul Hyundai Kembangkan Grenadier Fuel Cell


(Cdx/S-1) | Otomotif

MASIH ingat Ineos Automotive yang merilis SUV Grenadier yang menyerupai Land Rover Defender klasik? Meskipun tergolong 'anak kemaren sore', perusahaan petrokimia ini tidak main-main menggeluti bisnis otomotif barunya.

Perusahaan asal Inggris ini sudah memikirkan bisnis berkelanjutan dengan rencananya untuk kembali mengembangkan Grenadier yang lebih ramah lingkungan dengan bahan bakar hidrogen yang dianggap sebagai bahan bakar masa depan.

Untuk mewujudkan hal itu, Ineos menggandeng produsen mobil Korea Selatan Hyundai. Keduanya telah menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan produk dan pasokan hidrogen, serta penerapan teknologi dan aplikasi hidrogen.

Kedua perusahaan ini tengah mempertimbangkan untuk membuat SUV Ineos Grenadier bertenaga hidrogen dengan memanfaatkan sistem fuel cell/sel bahan bakar yang digunakan pada crossover Hyundai NEXO.

Hyundai merupakan salah satu perusahaan otomotif terkemuka di bidang teknologi sel bahan bakar hidrogen dan sukses memasarkan mobil berbahan bakar hidrogen sejak 2013. "Langkah Ineos untuk mengembangkan kendaraan listrik fuel cell dan ekosistem hidrogen menandai tonggak sejarah lain menuju transportasi yang bersih dan berkelanjutan," ujar Fuel Executive Hyundai, Saehoon Kim.

Hyundai yakin ini akan memberikan opsi rendah karbon yang penting di berbagai sektor. Sinergi antara keahlian Hyundai selama puluhan tahun dalam sel bahan bakar hidrogen dengan keahlian Ineos di bidang kimia diharapkan mampu untuk mewujudkan produksi massal hidrogen hijau dan sel bahan bakar untuk Grenadier.

Ineos merupakan sebuah perusahaan petrokimia dari Inggris yang dimiliki oleh Jim Ratcliffe. Penggemar berat Land Rover Defender ini mengembangkan Grenadier setelah Land Rover mengumumkan dihentikannya produksi Defender klasik pada 2017 silam.

Ineos Grenadier dikembangkan oleh Ineos bekerja sama dengan Magna-Steyr dari Austria, yaitu perusahaan yang membuat dan mengembangkan produk SUV legendaris Mercedes-Benz G-Class. Oleh karena itu, sosok Grenadier juga mirip G-Class di beberapa bagian.

Sumber dayanya dipasok oleh BMW, salah satunya adalah mesin turbocharger BMW 3.0 liter 6 silinder segaris, transmisi otomatis 8-speed plus transfercase untuk low gear sebagai fitur standar. Rencana awal, Grenadier akan diluncurkan pada akhir 2021.

Dengan merangkul Hyundai, sepertinya Ineos ingin memberikan alternatif bagi para pecinta SUV 'kasar' yang peduli akan masa depan lingkungan lebih ramah dan nyaman. Perkembangan terbaru ini juga membuat Grenadier belum akan diluncurkan hingga akhir 2021.

Ineos belum lama ini juga meluncurkan kampanye untuk mengembangkan dan membangun kapasitas hidrogen bersih di Eropa. Saat ini Ineos memproduksi 300.000 ton hidrogen per tahun sebagai produk sampingan dari operasi manufaktur kimianya. (Cdx/S-1)

BERITA TERKAIT