23 November 2020, 19:54 WIB

Michelin Safe Mobility Kembali Digelar di Indonesia


RO | Otomotif

MICHELIN kembali mengadakan kampanye keselamatan berkendara melalui kegiatan Michelin Safe Mobility 2020 #AmanBersamaMichelin #Bergerak Aman. Kampanye ini didukung oleh Federasi Automobil International (FIA) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Kegiatan yang digelar secara digital ini mengajak seluruh pengguna jalan untuk tetap patuh pada prinsip-prinsip keselamatan saat berkendara dengan moda transportasi apapun, terutama di saat pandemi dan kepadatan lalu lintas cenderung berkurang.

Menurut Presiden Direktur Michelin Indonesia Steven Vette, kampanye ini merupakan bagian dari komitmen Michelin untuk mendukung Sustainable Development Goals yaitu mengurangi jumlah kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas dan menyediakan akses ke sistem transportasi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan untuk semua.

Kampanye Michelin Safe Mobility 2020 terdiri dari tiga sesi webinar yang disiarkan mulai Sabtu, 21 November, 28 November, dan 5 Desember 2020. Webinar ini dipandu oleh aktris dan penghobi otomotif Poppy Sovia. Masing-masing webinar memiliki tema: mobilitas yang aman, keselamatan berkendara, dan bergerak dengan aman.

Webinar ini juga menghadirkan beberapa narasumber seperti Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jakarta Anondo Eko, Customer Engineering Support Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi, Adventure Enthusiast Don Seco, Head of Marketing Consumer Products Michelin Roslina Komalasari dan Cycling Enthusiast Baron Martanegara. 

Kampanye keselamatan berkendara merupakan program tahunan Michelin. Tahun lalu, Michelin mengadakan kampanye Michelin Safety Academy yang bertujuan memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara kepada pengemudi pemula.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018, jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia masih sangat tinggi yaitu 1,35 juta orang per tahun. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (UN Sustainable Development) dari PBB menargetkan untuk mengurangi separuh jumlah kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas pada 2020 secara global.

Anondo Eko mengatakan, banyak Faktor yang mempengaruhi resiko kecelakaan di jalan, terutama perilaku berkendara. Namun salah satu faktor terpenting yang dapat diminimalisir oleh pengendara adalah kondisi kendaraan, seperti mesin, rem, dan ban. 

"Selain itu, aksesoris kendaraan juga terkadang bisa menimbulkan resiko baik untuk kendaraan itu sendiri atau kendaraan lain, misalnya lampu yang terlalu silau atau aksesoris di setir yang menghalangi airbag. Hal- hal seperti ini dapat dicegah dengan pengecekan atau servis rutin, memilih produk atau aksesoris terbaik yang sesuai dengan kendaraan masing- masing," paparnya. (S-4)

BERITA TERKAIT