26 May 2020, 09:30 WIB

Renault Masih Bisa Gabung di Aliansi Baterai Prancis-Jerman


Antara | Otomotif

MENTERI Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, mengatakan, masih ada kemungkinan untuk Renault berpartisipasi dalam proyek aliansi pengembangan baterai yang digagas Prancis-Jerman agar bisa mendapatkan dana pinjaman 5 miliar euro dari pemerintah.

Dana itu bisa dimanfaatkan Renault untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan yang bermasalah karena menurunnya laba dan penjualan. 

"Renault harus membuat komitmen untuk menjadi pemegang saham dalam aliansi baterai mobil listrik. Ini salah satu bagian yang masih dinegosiasikan," kata Le Maire kepada televisi BFM, Senin (25/5) waktu setempat.

Baca juga: Bos Renault Optimistis Ricciardo akan Bertahan

Renault, perusahaan otomotif yang 15% sahamnya dimiliki pemerintah Prancis, akan mengumumkan langkah strategis terkait aliansinya dengan Nissan dan Mitsubishi pada pekan ini.

Saat ini, aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi dilanda penurunan penjualan dan anjloknya keuntungan karena masalah covid-19. Pemerintah Prancis memahami Renault membutuhkan kucuran dana sebagai bantuan, setelah perusahaan itu menutup beberapa pabriknya di dalam negeri.

Kendati demikian, usaha Renault dapat tetap berjalan karena memiliki beberapa pabrik di luar Prancis, dengan biaya produksi yang cenderung lebih terjangkau.

Perusahaan akan mengumumkan pemotongan biaya produksi senilai 2 miliar euro pada pekan ini.(OL-5)

BERITA TERKAIT