04 October 2022, 05:00 WIB

Anies: Pilihan Terbaik dalam Melanjutkan Kemajuan Bangsa


O-2 |

ASSALAMUALAIKUM warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semuanya. Saudara-Saudara semuanya, saya ingin mengajak Saudara-Saudara untuk berdiri sesaat guna mengheningkan cipta atas tragedi yang terjadi terhadap saudara-saudara kita beberapa saat lalu tepatnya di Stadion Sepak Bola Kanjuruhan Malang.

Kita turut berduka untuk hal ini semuanya. Semoga arwah saudara-saudara kita yang meninggal mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Hening cipta mulai.

Selesai.

Saudara-Saudara, kami persilakan duduk kembali.

Saudara-Saudara, rekan-rekan pers yang saya hormati, di tengah-tegah kita hadir juga Bung Anies Baswedan. Berikan aplaus.

Saya bersyukur sekali terhadap episode perjalanan yang telah dilalui oleh DPP Partai NasDem. Sejak beberapa bulan lalu, seperti Saudara-Saudara sudah maklumi, partai ini telah melaksanakan rapat kerja nasional yang telah memutuskan, menominasikan tiga bakal calon presiden yang nantinya, tentunya akan diputuskan menjadi satu calon presiden definitif, dengan hak dan kewenangan yang diberikan sepenuhnya kepada diri saya selaku Ketua Umum DPP Partai NasDem oleh rapat kerja nasional itu sendiri.

Maka, dalam perjalanan beberapa waktu yang telah dilalui, dalam kapasitas saya pribadi maupun dalam kapasitas saya sebagai ketua umum partai, sebagian waktu saya lakukan sebagai bagian untuk mengupayakan mendapatkan berbagai masukan, saran, pandangan, sekaligus bagian dari kontemplasi diri yang cukup banyak memberikan waktu terhadap diri saya sebelum saya mengambilkan suatu keputusan.

 

Kepentingan nasional

Dari berbagai perspektif pandangan, dari apa yang saya pahami dan sekaligus membuktikan konsistensi penegasan dari arti keberadaan institusi partai politik yang bernama NasDem ini.

Berulang kali di mana saja pun saya katakan, izinkanlah institusi partai politik yang bernama NasDem ini tetap konsisten untuk menempatkan kepentingan nasional dari proses perjalanan kehidupan kebangsaan yang kita lalui ini. Itu jauh lebih berarti dari kepentingan partai ini sendiri.

Konsistensi sikap ini memang mudah untuk diutarakan, diucapkan, tapi tidak semudah itu kita memiliki kemampuan untuk konsisten terhadap ucapan dan perbuatan kita sendiri. Tapi, inilah bagian dari makna dan dasar filosofis dari apa sebenarnya yang harus kita jadikan pegangan bagi satu nilai yang hakikat dan hakikinya dari arti perjalanan kehidupan yang kita lalui.

Saya mencoba mengenal dari apa yang saya pahami terhadap diri saya pribadi. Satu yang pasti saya ketahui, saya jauh dari kesempurnaan.

Saya masih banyak dengan seluruh kekurangan yang ada pada diri saya dalam kapasitas sebagai individu dan warga negara bangsa ini.

Bahkan kesalahan demi kesalahan, dan tidak ada juga yang bisa saya salahkan jika orang juga menganggap, sebagian mengatakan mungkin saja ada bagian daripada kedunguan, kebodohan, yang ada pada diri ini.

Tapi apalah itu artinya dibandingkan dengan sebuah sistem dan values niat baik untuk membangun bangsa dan negara ini.

Saya tidak lagi membutuhkan hal yang luar biasa, puji sanjung yang hebat, menyatakan bahwa seluruh kebijakan dan keputusan atas kepemimpinan saya di partai ini sudah tepat dan tepat sekali. Kalaupun itu terjadi, saya bersyukur. Kalaupun itu dianggap tidak, saya juga bisa memahami itu. Tapi, hal yang menjadi tingkat kepedulian saya yang paling utama, terlalu mahal sebuah nilai persatuan yang telah kita miliki sebagai suatu bangsa untuk terusakkan, atau dirusak oleh

hanya kepentingan sesaat, kepentingan kelompok, kepentingan golongan, bahkan mengatasnamakan absolut kebenaran, sebuah periodesasi yang kita lalui hari ini karena masa lalu, dan masa depan karena hari ini.

Sebuah rangkaian panjang perjalanan kehidupan, maka ketika semua judgment kesalahan ditujukan kepada siapa saja, terhadap apa yang dikesankan masa lalu yang salah, apa itu artinya terhadap persiapan kita menyongsong masa depan anak dan cucu kita ke depan. Wawasan perspektif pemikiran seperti inilah yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Bangsa yang besar, bangsa yang telah mendapatkan anugerah, karunia oleh Sang Maha Pencipta yang tidak semua bangsa-bangsa lain memilikinya di permukaan bumi ini.

 

Bangkit menatap masa depan

Tetapi sayang seribu kali sayang kalau kita tidak pintar, tidak mampu untuk mensyukurinya, alam akan bereaksi untuk itu. Maka, semua nilai-nilai kesombongan absolut kebenaran, judgment kesalahan pada siapa pun itu, bangsa ini berharap banyak sudahi itu, bangkitlah untuk menatap masa depan bangsa ini yang memerlukan kerja sama sinergitas, kekuatan saling bahu-membahu, tanpa memandang, membedakan suku, agama apa pun itu latar belakangnya. Ini yang kita butuhkan, ini yang kita butuhkan, NasDem menempatkan pemikiran-pemikiran dan perspektif seperti ini, karena dia yakin dan percaya, no body is perfect, tidak ada siapa pun yang sempurna termasuk diri yang berbicara ini, ataupun siapa pun yang sedang berkuasa saat ini. As human being kita punya kelebihan, tapi kita juga punya banyak kekurangan.

Tugas kita bersama untuk membuka mata hati dan kata hati kita. Tempatkan pikiran-pikiran positive thinking kita ke depan. Negeri membutuhkan kita semuanya menjauhkan kita dari seluruh insinuasi pikiran-pikiran yang memang men-judgment, yang hanya memberikan tuduhan-tuduhan, yang memberikan hanya pikiran-pikiran sempit.

Sayang seribu sayang. Kita harus mampu bangkit untuk mampu berkompetisi menghadapi kompetisi besar di kehidupan itu. Apabila tidak, kita akan semakin tertinggal, walaupun seluruh anugerah karunia yang telah ada pada negeri kita ini dengan posisi yang strategis, demografis yang besar, sumber daya kekayaan alam yang hebat, itu bisa terkalahkan oleh karena ketidakmampuan kita mengelola cara berpikir yang sehat.

Tidak ada waktunya lagi bagi kita untuk berpikir dan memberikan toleransi kepada pikiran-pikiran yang intoleran. Toleransi adalah kepada yang juga memberikan toleransi. Sejatinya nasionalisme, sejatinya pikiran-pikiran kebangsaan itu adalah melekat dengan sikap-sikap yang penuh toleransi, dan itulah yang diperjuangkan oleh NasDem.

 

Garda terdepan mempertahankan ideologi kebangsaan

Maka, pikiran-pikiran yang mengajak kita untuk berlari sedikit pun dari komitmen nilai-nilai konsistensi kebangsaan kita, kita tidak akan beri tempat itu. NasDem tetap merupakan garda yang paling terdepan mempertahankan ideologi kebangsaan ini. NasDem ingin membuka cakrawala perspektif berpikir kita, jangan pernah sekali pun meragukan, sejatinya komitmen nasionalisme kebangsaan NasDem, karena itulah sejatinya NasDem.

Jadi, dengan rasa bangga dan bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa, dari hasil pemikiran itulah kami mencoba memahami, dalam satu sistem demokrasi yang kita miliki, semua pihak berharap untuk memberikan saluran idealismenya, memiliki obsesi dirinya untuk memberikan darma bakti dirinya guna memimpin negeri ini, dan kesempatan itu ada pada pemilihan umum.

NasDem menghargai anak-anak bangsa siapa pun itu, dari mana pun itu, dari partai mana pun itu, kelompok mana pun itu yang mempunyai niat yang baik untuk mendarmabaktikan kehadiran dirinya memimpin negeri ini.

Dan, NasDem mempunyai keyakinan semua itu adalah anak-anak bangsa yang baik, pilihan-pilihan yang baik. Maka, yang ingin dicari NasDem adalah yang terbaik daripada yang baik-baik. Inilah kenapa akhirnya NasDem melihat seorang sosok Anies Rasyid Baswedan, kami mempunyai keyakinan, pikiran-pikiran dalam perspektif, baik secara makro maupun mikro, sejalan dengan apa yang kami yakini.

Kami ingin menitipkan perjalanan bangsa ini ke depan. Insya Allah, jika Saudara Rasyid Baswedan ini terpilih menjadi presiden nantinya, pimpinlah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih bermartabat, bangsa yang mampu untuk juga membentuk karakter daripada bangsa ini sejatinya. Kita tidak hanya bisa membangun perjalanan kehidupan bangsa ini dengan melihat aspek pembangunan fisik semata-mata. Itu diperlukan dan amat kita perlukan. Tapi yang tidak kalah lagi diperlukan lagi adalah nation and character building membangun karakter bangsa ini. Kedua-duanya ini kita perlukan.

Maka, tugas utama Bung Anies nantinya adalah melihat kembali sejauh mana nilai harkat dan martabat kebangsaan kita yang sudah berhasil untuk diteruskan, yang belum berhasil untuk diperbaiki. Pikiran-pikiran moderat ini yang ditawarkan oleh NasDem.

NasDem ingin mempertegas komitmennya untuk tetap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin ini sampai akhir masa jabatannya.

Karena tidak ada perbedaan apa pun yang kami rasakan secara prinsipiel. Kekurangan pasti ada dan inilah tugas sahabat, tugas partai koalisi yang berada dalam pemerintahan, untuk selalu mengawal dengan nawaitu, niat baik apa yang terbaik, baik untuk pemerintahan, baik untuk bangsa negara ini.

Semoga semua apa yang saya utarakan ini memberikan penjelasan kepada kita. Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya adalah why not the best.

Saudar-Saudara, saya menghaturkan terima kasih atas semua perhatian Saudara-Saudara. Saya meminta Saudara-Saudara untuk mengawal, mengawal pencalonan Partai NasDem terhadap Saudara Anies Baswedan.

Perjalanan masih panjang. Tegur, katakan yang tidak tepat, katakan yang tidak cocok, katakan yang barangkali dia tidak sesuai dengan apa yang saya utarakan pada hari ini, agar proses interaksi ini menghasilkan sesuatu upaya perbaikan atas kekurangan kita.

Semoga Tuhan Yang Mahakuasa akan memberikan rida-Nya dan perlindungan bagi kita semuanya. Ya Allah, terimalah doa kami. Terima kasih.

Kita akan dengarkan pikiran-pikiran dan sambutan dari Bung Anies Baswedan.

Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

BERITA TERKAIT