29 April 2022, 21:00 WIB

Stok BBM Apik, Mudik pun Asyik


Thoriq Ramadani, Pranata Humas Kementerian ESDM, Ketua Umum Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas), & inisiator ESDM Writers. |

HARI Raya Idul Fitri kali ini berbeda dari dua tahun terakhir. Walau masih dalam situasi pandemi covid-19, pemerintah mengizinkan masyarakat untuk mudik dengan berbagai syarat seperti vaksin lengkap dan booster.

Berdasarkan prediksi, sekitar 85 juta orang melakukan mudik pada Lebaran Idul Fitri 2022. Keamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengantisipasi para pemudik harus disiapkan dengan apik. Mudik yang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia menjelang Lebaran, berasal dari bahasa Jawa dan Betawi (Kementerian Kominfo, 2022). Mudik singkatan dari kata mulih dilik, yang memiliki arti pulang sebentar.

Sedangkan mudik yang berasal dari bahasa Betawi yakni menuju udik atau menuju kampung. Untuk itu, pemudik perlu menyiapkan berbagai hal, agar perjalananya ke kampung halaman nyaman dan aman.

Ketersediaan BBM aman

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam siaran pers Kementerian ESDM (28/4/2022) menyikapi kepadatan arus mudik. Ia meminta untuk pencegahan agar tidak terjadi kelangkaan BBM, maka keterisian BBM di SPBU adalah 60% dari kapasitas yang ada. Ini menjadi penting untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi pemudik dalam perjalanan dan menghindari penumpukan antrean. Selain itu, dengan penambahan mobil BBM yang selalu siaga untuk menyuplai BBM.

Pasokan BBM di daerah wisata juga perlu disiapkan dengan apik. Mengingat cuti bersama Lebaran pada 29 April dan 4, 5, 6 Mei 2022, biasanya pemudik akan menghabiskan waktu bersama keluarga di tempat wisata. Sehingga, apabila ada penumpukan kendaraan pada daerah tersebut tidak akan terjadi antrean panjang. Kesiapsiagaan petugas yang melakukan pemantauan saat mudik juga perlu dipertimbangkan, mengingat banyak yang mudik juga.

Persiapan matang 

Pemudik pun juga perlu mempersiapkan segala sesuatu agar mudiknya asyik. Pemudik perlu memastikan kondisi dirinya dalam keadaan sehat dan bugar. Keadaan rumah yang ditinggalkan perlu dicek faktor keamanannya seperti mencabut kabel yang dialiri listrik, mematikan keran air, dan mencabut saluran pada kompor gas.

Jika menggunakan angkutan umum, perlu memastikan ketersediaan tiket. Jika menggunakan kendaraan pribadi, perlu memonitor mesin, oli, ban, BBM. Jika lelah berkendara, jangan lupa untuk berhenti rehat sejenak. Pemudik juga tetap harus menjaga protokol kesehatan baik selama dalam perjalanan, di kampung halaman, maupun kembali ke domisili tinggal. Dengan memakai masker, membawa hand sanitizer, dan rajin mencuci tangan.

Dengan memastikan ketersediaan BBM yang aman dan persiapan mudik yang matang, mudik ke kampung halaman menjadi menyenangkan. Pemudik dapat bertemu dengan sanak famili dan berbagi kebahagiaan bersama dalam suasana gembira.
 

BERITA TERKAIT