28 April 2022, 09:30 WIB

Peran Strategis Posyandu dalam Tumbuh Kembang Anak Usia Dini


Fitriana Herarti, Sr ECED Specialist Tanoto Foundation. |

POSYANDU atau Pos Pelayanan Terpadu pertama kali dicanangkan oleh pemerintah di tahun 1986, bersamaan dengan perayaan Hari Kesehatan Nasional. Sejak itu, Hari Posyandu diperingati setiap tanggal 29 April. 

Posyandu sebagai layanan yang berasal dari, oleh, dan untuk masyarakat, merupakan ujung tombak semua layanan untuk Ibu dan anak usia dini. Di aspek pelayanan kesehatan dan gizi diwujudkan dengan mekanisme layanan lima meja. Yaitu: 1) pendaftaran; 2) pengukuran tinggi dan berat badan anak; 3) pencatatan hasil pengukuran; 4) konsultasi gizi sesuai kondisi individu; 4) perawatan kesehatan, misal pemberian vitamin A dan imunisasi untuk anak usia dini dan pembagianTablet Tambah Darah (TTD) untuk perempuan hamil. 
Revitalisasi posyandu

Dimulai tahun 2001, revitalisasi Posyandu adalah suatu upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja Posyandu. Di mana secara garis besar tujuan Revitalisasi Posyandu adalah (1) terselenggaranya kegiatan Posyandu secara rutin dan berkesinambungan; (2) tercapainya pemberdayaan tokoh masyarakat dan kader melalui advokasi, orientasi, pelatihan atau penyegaran, dan (3) tercapainya pemantapan kelembagaan Posyandu.

Posyandu sebagai layanan sosial dasar yang telah bergerak puluhan tahun di masyarakat, memiliki peran yang sangat penting untuk memungkinkan terjadinya perubahan di masyarakat. Misal, terkait cakupan imunisasi hingga penurunan prevalensi stunting. 

Meningkatkan capaian imunisasi pada batita
Situasi pandemi membuat cakupan anak usia dini yang mendapatkan imunisasi lengkap mengalami penurunan. Dilansir dari data Kementerian Kesehatan RI, angka anak yang menerima imunisasi dasar lengkap menurun antara tahun 2020 yang mencapai 84,2% menjadi 79,6% di tahun 2021. 

Memperluas peran posyandu bukan hanya sebagai pemberi layanan imunisasi namun juga mengembangkan pesan-pesan edukasi mengenai manfaat imunisasi pada tumbuh kembang anak usia dini. Proses edukasi ini bisa melalui integrasi layanan kesehatan dengan program pengasuhan. 

Mendukung penurunan prevalensi stunting
Stunting merupakan sebuah proses kegagalan tumbuh kembang, yang disebabkan asupan gizi yang tidak adekuat untuk waktu yang lama. Intervensi dalam percepatan penurunan angka stunting adalah tak hanya berupa pemberian makanan bergizi melalui Posyandu, namun juga bagaimana mengedukasi orang tua mengenai pola makan berdasarkan gizi seimbang, meningkatkan kebiasaan hidup bersih dan lingkungan yang sehat, serta pemberian stimulasi perkembangan sedini dan sesering mungkin. Dengan melibatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan orangtua maka perubahan diharapkan akan bisa lebih permanen.

Layanan Pengasuhan SIGAP dari Tanoto Foundation yang berfokus pada pengasuhan anak usia 0-3 tahun memahami peran strategis Posyandu di 1.000 hari pertama kehidupan anak. Oleh karena itu, di masyarakat layanan pengasuhan SIGAP bersinergi dengan Posyandu, sebagai usaha bersama untuk memberikan layanan yang holistik, mulai dari periode kehamilan hingga anak berusia 3 tahun. Dalam kelas pengasuhan kelompok, orang tua menerima beragam informasi dan kemudian didorong untuk secara rutin mengakses layanan kesehatan dasar via Posyandu maupun Puskesmas. 

Para orangtua juga dapat mengakses berbagai jenis artikel dan publikasi mengenai stunting, pola pengasuhan anak usia dini, hingga tips dan trik parenting melalui Website SIGAP di sigap.tanotofoundation.org. 

Selamat Hari Posyandu 2022, semoga Posyandu Indonesia semakin berkualitas. (OL-10)

BERITA TERKAIT