04 February 2022, 11:07 WIB

Flipped Classroom, Model Pembelajaran untuk PTM Terbatas


Gumanti, S.Pd Guru Matematika SMPN 5 Bantan, Bengkalis, Riau dan Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation dan Peserta Pelatihan Sekolah Jurnalisme Media Indonesia. |

MODEL Flipped Classroom adalah suatu model pembelajaran berbasis digital. Model ini membalikkan metode tradisional yang biasanya siswa membawa tugas ke rumah setelah pembelajaran berlangsung, tapi kini siswa mempelajari konten dari video pembelajaran, dan mengerjakan tugas di rumah sebelum pembelajaran tatap muka berlangsung di dalam kelas.

Model pembelajaran ini sesuai dengan konsep belajar bermakna, berpusat pada siswa dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, dan pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa.

Terdapat dua sesi dalam model Flipped Classroom yaitu sesi asinkronus dan sesi sinkronus. Pada sesi asinkronus, guru mengirimkan materi berupa video pembelajaran dan lembar kerja melalui WhatsApp group (WAG). Contoh videonya dapat dilihat melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=U80e3_5_Cuo  

Video tersebut memandu siswa cara menemukan rumus volume dan balok tanpa melihat rumus. Kreativitas guru sangat diperlukan dalam membuat video pembelajaran yang menarik agar siswa termotivasi untuk belajar. 

Siswa diminta untuk belajar mandiri, mengerjakan lembar kerja, dan berdiskusi dengan teman sekelompoknya. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dalam waktu yang tidak terikat, konten pembelajaran bisa diakses kapan saja sebelum sesi sinkronus.

Sementara sesi sinkronus merupakan kegiatan pembelajaran yang terjadi pada waktu yang sesungguhnya, yaitu saat tatap muka di kelas atau tatap maya menggunakan aplikasi Zoom, Jitsi, atau Google Meet. 

Pada sesi sinkronus, siswa melakukan interaksi dengan guru dan temannya. Siswa berdiskusi, menampilkan hasil dari lembar kerja, menerima umpan balik, dan memperoleh penguatan dari materi yang telah dipelajarinya.

Dalam pembelajaran matematika, salah satu contoh penerapannya adalah pada materi Volume Kubus dan Balok. Pada sesi asinkronus, guru mengirimkan video pembelajaran tentang menemukan rumus volume kubus dan balok. 

Guru juga mengirimkan lembar kerja peserta didik (LKPD) berisi kegiatan yang harus dilakukan siswa. LKPD mengandung pertanyaan terbuka dan produktif. Contoh pertanyaan terbuka misalnya,  “Apa yang kalian ketahui tentang volume?” “Barang-barang apa saja di lingkungan sekitarmu yang berbentuk kubus dan balok?” 

Pertanyaan selanjutnya adalah pertanyaan produktif seperti “Berapakah ukuran panjang rusuk setiap barang berbentuk kubus dan balok yang kalian temukan?” “Berapakah volumenya?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, siswa perlu melakukan aktivitas mengukur dan menghitung. 

Pada sesi sinkronus melalui tatap muka atau tatap maya, siswa memeragakan cara menentukan ukuran benda berbentuk balok menggunakan alat ukur, lalu melakukan perhitungan untuk mendapatkan volumenya. Setelah itu mereka mempresentasikan hasil kerja yang telah dikerjakannya pada saat asinkronus. 

Hasil kerja berupa sketsa gambar benda berbentuk kubus dan balok, tabel berisi ukuran panjang rusuk setiap benda yang telah diukur, proses menentukan volume benda, atau laporan singkat tentang kegiatannya di rumah. Pada sesi sinkronus ini juga, guru memberikan perbaikan atas kekeliruan siswa, dan penguatan untuk menambah pemahaman siswa. 

Dengan penerapan model Flipped Classroom ini, unsur MIKiR atau mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi menjadi lebih efektif. Siswa mengamati video, melakukan aktivitas mengukur dan menghitung yang menyenangkan, berinteraksi dan kerja sama dengan anggota keluarga. 

Pada saat di kelas, siswa memperoleh kesempatan untuk mengomunikasikan hasil kerjanya kepada guru dan teman-temannya. 

Model Flipped Classroom bermanfaat melatih kemandirian siswa. Siswa akan terbiasa belajar mandiri di rumah sebagai bahan saat belajar di kelas. Proses pembelajaran di kelas menjadi lebih aktif, pemahaman siswa terhadap materi pelajaran pun akan meningkat. 

Selain itu, guru memiliki waktu yang lebih banyak di kelas untuk melakukan praktik, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga berpengaruh pada meningkatnya hasil belajar siswa. Model Flipped Classroom sangat relevan diterapkan dalam PTM terbatas yang durasi belajarnya berkurang. 


Gambar 1. Siswa sedang mengamati video pembelajaran dan mengerjakan LKPD saat kegiatan asinkronus.

Siswa memperagakan cara mengukur benda berbentuk balok di kelas pada kegiatan sinkronus PTM terbatas. (OL-09)

BERITA TERKAIT