04 June 2021, 06:00 WIB

Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja


Janni Koesnomo Matsalim, Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi | Opini

PENYEBARAN covid-19 di Indonesia hingga saat ini masih terus terjadi peningkatan. Untuk menanggulangi penularan, semua pihak harus dilibatkan.  

Dunia usaha dan komunitas pekerja memiliki peranan besar dalam memutus mata rantai penularan. Tidak dapat dimungkiri lingkungan kerja sebagai tempat berinteraksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya.

Perkantoran merupakan salah satu entitas pekerja usia produktif berkumpul agar roda ekonomi terus berputar. Untuk itu, perlu upaya mitigasi dalam meminimalkan risiko dan dampak pandemi, mengingat potensi penularan bagi pekerja akibat berkumpul dalam satu lokasi atau ruangan.

Liburan Idul Fitri, cuti bersama ditambah beberapa libur di hari besar lainnya, membuat kita harus waspada. Itu karena terjadi pergerakan orang dari suatu wilayah ke wilayah lainnya tanpa dapat dibatasi. Meskipun pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang dan ditetapkan larangan mudik. Namun, dengan dibukanya beberapa tempat wisata dan pusat perbelanjaan, bisa dipastikan kerumunan tidak bisa dihindari.

Potensi bahaya terjadinya paparan atau penularan penyakit cenderung meningkat. Oleh karena itu, harus bisa kita cegah dan kontrol. Khusus di lingkung­an perkantoran dengan menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3); pertama, pembentukan tim/gugus tugas internal yang diperkuat dengan surat keputusan. Kedua, tim melaporkan setiap kasus yang dicurigai ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan telusur dan tindak lanjut.

Ketiga, tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma. Keempat, pengaturan bekerja dari rumah, dengan pertimbangan berupa penentuan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja, dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

Terkait dengan pekerja esensial yang harus tetap bekerja, selain 3M, harus dilakukan pengukuran suhu badan dengan thermogun untuk menghindari kontak langsung. Kedua, batasi waktu kerja lembur untuk menghindari kekurangan istirahat yang dapat menurunkan sistem kekebalan/imunitas tubuhnya.

Selanjutnya, mengatur nutrisi makanan di tempat kerja. Bila mungkin dapat diberikan suplemen vitamin C. Lalu, fasilitas tempat kerja aman dan sehat melalui pembersihan berkala dengan disinfektan, di pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor, area dan fasilitas umum, optimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan dan penggantian filter pendingin ruangan.

Sediakan sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir), petunjuk lokasinya, poster edukasi cuci tangan, hand saniti­zer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di pintu masuk, ruang pertemuan, fasilitas umum, pintu lift. Melakukan promosi kesehatan seperti etika batuk, olahraga bersama dan anjuran berjemur saat jam istirahat/senggang, dan hindari penggunaan alat-alat pribadi secara bersama.

Perlunya edukasi

Lakukan sosialisasi dan edukasi pada para pekerja mengenai covid-19, yaitu edukasi intensif ke seluruh pekerja agar mendapat pemahaman yang benar terkait dengan pandemi sehingga mampu secara mandiri melakukan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan serta mengurangi kecemasan berlebihan akibat informasi tidak benar.

Materi edukasi yang dapat diberikan seperti cara pencegahan, mengenali gejala awal penyakit, dan tindakan yang harus dilakukan saat gejala timbul. Kemudian, metode edukasi yang dapat dilakukan, seperti pemasangan banner, pamflet, majalah dinding di area strate­gis, termasuk melalui media audio dan video yang disiarkan secara berulang untuk mengingatkan.

Sementara itu, kebijakan dan prosedur pencegahan penularan covid-19 bagi para pekerja yang melakukan pekerjaan di rumah, selain 3M ialah tetap tinggal di rumah bila tidak ada ke­perluan mendesak. Jika terpaksa harus keluar, hindari kerumunan dan segera selesaikan keperluan lalu pulang.

Jaga kebersihan rumah, dibersihkan dan pel lantai minimal sekali sehari. Kemudian mengoptimalkan sirkulasi udara dan cahaya matahari di rumah. Biarkan udara pagi dan sinar matahari masuk ke dalam. Jangan abai untuk mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir setiap kali tangan kotor, setelah buang air besar, setelah menceboki bayi dan anak, sebelum dan sesudah makan, serta sebelum menyuapi.

Biasakan etika batuk/bersin dengan menutup mulut dan hidung dengan le­ngan atas bagian dalam. Terus gunakan masker bila batuk, pilek atau demam. Pisahkan jika ada anggota keluarga yang sakit, jaga jarak/pisahkan ruangannya, dan tetap gunakan masker.

Apabila mengalami keluhan kesehatan yang dicurigai covid-19 segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan melalui telemedicine seperti Sehatpedia, Halodoc, dan Good Doctor. Jika tidak ada keluhan yang mendesak dan darurat, hindari mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan selama masa pandemi. Kalaupun terpaksa, datanglah dengan menggunakan masker.

Beberapa kondisi tertentu/khusus yang harus dilakukan perkantoran terkait dengan kebijakan dan prosedur ialah larang­an masuk kerja bagi pekerja, tamu/rekanan yang memiliki gejala demam, nyeri tenggorokan, batuk/pilek, sesak napas.

Batasi kunjungan (sebaiknya melalui metode daring), jika terpaksa siapkan sarana dan prasarana khusus tamu. Prosedur penerimaan surat/paket yang dilakukan di area khusus (sebaiknya terbuka) dan telah melalui prosedur disinfektan sebelum dikirim ke pekerja.
Bila mungkin, sediakan transportasi khusus untuk perjalanan pulang-pergi sehingga pekerja kantor tidak menggunakan transportasi umum, termasuk menyediakan ruang ganti baju rumah dengan atribut kerja (termasuk masker) sebelum memasuki ruangan kerja.

 

BERITA TERKAIT