06 March 2021, 20:50 WIB

Media Solutif Di Pembelajaran Jarak Jauh


Tika Aprilia, Koordinator Lab Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar, UNY, Fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation | Opini

PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) bukanlah istilah baru dalam dunia pendidikan. Seperti dilansir dalam laman Jawa Pos (9/7/2020) Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam menyebutkan  PJJ telah ada sejak 1984. Awal mulanya PJJ telah ada dan diterapkan di Universitas Terbuka, sehingga hal ini bukanlah menjadi kendala bagi lembaga perguruan tinggi di Indonesia untuk menggunakan sistem serupa.

Pandemi covid-19 yang mewabah di berbagai belahan dunia berdampak pada berbagai sektor, tak terkecuali pendidikan. Dikutip dari situs UNESCO, hingga 13 Maret 2020, ada 61 negara di Afrika, Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika Utara, dan Amerika Selatan yang telah mengumumkan atau menerapkan pembatasan pembelajaran sekolah dan universitas. Munculnya pandemi menuntut sejumlah lembaga pendidikan termasuk lembaga pendidikan tinggi untuk melakukan sebuah inovasi pembelajaran. Tujuannya agar pelaksanaan perkuliahan dapat tetap berjalan dengan baik, yaitu pembelajaran jarak jauh dengan menfaatkan layanan pendidikan berbasis internet.

Ada perusahaan yang khusus menawarkan jasa dan produk internet, sehingga hal itu bisa memudahkan proses pembelajaran. Berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), strategi pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan dengan cara pembelajaran daring dan pembelajaran luring. 

Lewat layanan jasa yang didukung fitur-fitur bervariasi, jelas memudahkan kita menyiasati pembelajaran saat pandemi. Di sisi lain, wabah ini memang memberi nilai positif karena memaksa pengajar atau pendidik menciptakan kesempatan belajar, menyederhanakan tugas administratif, dan menantang siswa atau mahasiswa berpikir kritis.

Kita hanya perlu sedikit tekun dan melek teknologi agar tidak ketinggalan dalam belajar. Terlebih dalam memberikan penugasan kepada siswa atau mahasiswa, pendidik harus lebih mumpuni. Menguasai sejumlah fitur terkait dengan mata pelajaran atau mata kuliah, mutlak harus dikuasai. Terdapat pula fitur lain yang dapat digunakan oleh guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yaitu reuse post, create question, create assignment, dan create topic (Suhada, dkk., 2020).

Begitu juga ketika kita ingin membuat dan mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penelitian skripsi, disertasi, tesis atau penulisan ilmiah. Lewat kemudahan-kemudahan yang disediakan dalam jaringan internet, sangat membantu kita. Kalau dikatakan dalam pertemuan secara daring siswa atau mahasiswa benar-benar pasif, tidak selamanya benar. Aktivitas dan kreativitas pendidik jelas pegang peranan. 

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh memang tidak lepas dari berbagai kendala, seperti terbatasnya akses internet dan perangkat yang dimiliki oleh siswa atau mahasiswa. Hal ini bukanlah menjadi suatu penghambat bagi guru atau dosen untuk melakukan inovasi, utamanya ketika pembelajaran secara daring. Apalagi pemerintah juga telah memberikan bantuan subsidi pulsa atau kuota untuk tenaga pengajar dan siswa. 

Pemanfaatan fitur-fitur dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa atau mahasiswa, guru atau dosen. Setidaknya ada ketersediaan fasilitas atau perangkat yang dimiliki, dan karakteristik materi atau pokok bahasan yang akan diajarkan. Seorang pendidik memang dituntut harus mampu menghadirkan pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan kolaboratif dengan memanfaatkan berbagai multimedia dan multimetode agar tujuan Pembelajaran yang direncanakan tercapai secara optimal dan komprehensif.  

Tika Aprilia, Peserta Peningkatan Skill Menulis bagi Tenaga Pengajar Se-Indonesia
 

BERITA TERKAIT