13 January 2021, 03:05 WIB

Ekonomi Digital, Mesin Pertumbuhan Masa Depan


Agus Sugiarto Kepala OJK Institute | Opini

MUNCULNYA revolusi industri 4.0 yang melahirkan teknologi digital digadang-gadang oleh para ekonom akan menjadi harapan baru bagi seluruh umat manusia. Peran ekonomi digital menjadi semakin penting dan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi global. Ekonomi global saat ini dalam perjalanan ke arah digitalisasi semenjak beberapa tahun terakhir, dan terakhir memperoleh momentum yang luar biasa besar di saat pandemi covid-19 berlangsung.

Kondisi ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang memengaruhinya. Pertama, penetrasi internet yang sudah hampir menjangkau seluruh belahan dunia menjadi fondasi utama lancarnya digitalisasi di hampir semua aspek kehidupan manusia.

Kedua, penjualan mobile devices seperti telepon seluler, ipad/tab, laptop, dan lain-lain terus memperlihatkan tren yang meningkat dari tahun ke tahun. Ketiga, munculnya pandemi covid-19 yang diakibatkan oleh penyebaran virus korona saat ini menjadi katalis untuk menerapkan teknologi digital semaksimal mungkin demi meminimalkan kontak fisik manusia.

Manfaat

Ekonomi digital dapat dikatakan merupakan rangkaian dari berbagai aktivitas ekonomi yang memanfaatkan teknologi digital dalam proses maupun mekanisme produksinya. Sekarang ini hampir semua negara sudah melakukan transformasi digital ke dalam berbagai proses kegiatan. Tak hanya untuk sektor produksi dan kegiatan usaha yang bersifat komersial dan bisnis, tapi juga untuk sektor publik. Termasuk di dalamnya layanan pemerintah kepada masyarakat.

Alasan rasional untuk menerapkan ekonomi digital tersebut ditengarai karena berbagai faktor. Pertama, teknologi digital membuat proses produksi dan mekanisme kerja menjadi lebih cepat dan efisien sehingga memberikan kemudahan, akses yang lebih luas, dan keuntungan finansial yang lebih besar. Biaya produksi menjadi semakin murah, tetapi kualitasnya justru menjadi semakin bagus sehingga meningkatkan transaksi perdagangan.

Kedua, teknologi digital membuka peluang dan kesempatan yang seluas-luasnya bagi semua orang untuk menciptakan inovasi maupun ide-ide baru sehingga memperbaiki cara kerja, proses produksi, maupun kegiatan usaha baru yang sebelumnya belum muncul. Munculnya pelaku usaha baru yang disebut dengan startup merupakan salah satu wujud nyata dari perkembangan ekonomi digital yang memberikan dampak luar biasa terhadap sektor ekonomi.

Berbagai kegiatan usaha startup di bidang e-commerce, layanan keuangan, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain, tidak hanya mengubah perilaku penyedia barang dan jasa, tetapi juga telah mengubah perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang mereka butuhkan. Selain itu, teknologi digital memungkinkan seseorang menjual produknya secara luas tanpa ada batas melalui jaringan e-commerce sehingga mampu membuka lapangan kerja baru khususnya di sektor usaha mikro.

Ketiga, layanan kepada publik yang diberikan oleh pemerintah menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses dengan menerapkan teknologi digital. Pelaporan pajak dari masyarakat kepada kantor pajak menjadi lebih mudah, tidak perlu lagi antrean panjang yang membuat orang malas untuk datang melaporkan kewajiban pajaknya.

Layanan kependudukan juga semakin cepat dan tidak perlu melewati birokrasi panjang yang selama ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dilakukan secara e-procurement menjadi lebih transparan dan mengurangi dampak terjadinya korupsi maupun kolusi. Semua ini membuktikan bahwa teknologi digital yang menjadi motor dari ekonomi digital bukan lagi menjadi suatu pilihan, melainkan sudah menjadi kebutuhan.

 

Pengalaman negara lain

Sudah banyak bukti empiris yang memberikan fakta bahwa ekonomi digital saat ini sudah memberikan sumbangan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Misalnya di India, ekonomi digital sudah berkontribusi sebesar 3,2% terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut, dan diharapkan mampu membuka 65 juta lapangan kerja baru pada 2025.

Ekonomi digital di Thailand sudah memberikan kontribusi sekitar 20% terhadap PDB. Adapun Singapura memproyeksikan sekitar 60% PDB pada 2021 akan disumbangkan oleh ekonomi digital. Di Malaysia, kontribusi ekonomi digital sudah mencapai 21% dari PDB. Di Vietnam, sumbangan ekonomi digital baru mencapai 5% dari PDB. Untuk Indonesia sendiri, kontribusi ekonomi digital terhadap PDB pada 2019 baru mencapai 3,5% saja.

 

Kesiapan sumber daya

Untuk mendukung implementasi ekonomi digital diperlukan berbagai sumber daya yang memang sudah harus disiapkan sejak dini. Pendidikan dan pelatihan terkait teknologi digital sudah harus disiapkan sejak usia sedini mungkin sehingga budaya dan pemahaman mengenai teknologi digital dengan mudah dipahami seluruh elemen masyarakat.

Pengenalan teknologi digital sejak awal kepada kaum muda akan mendorong inovasi-inovasi baru di bidang teknologi digital, yang nantinya menjadi dasar bagi perkembangan ekonomi digital. Sumber daya manusia yang memiliki talenta tinggi di bidang teknologi digital tentunya akan menjadi kebutuhan karena permintaannya akan terus meningkat.

Pengembangan infrastruktur dan ekosistem ekonomi digital, termasuk aspek pengaturan maupun pengawasan terhadap sektor-sektor usaha yang berbasis teknologi digital, akan sangat bergantung sekali pada ketersediaan sumber daya yang berkualitas di bidang teknologi digital.

Oleh karena itu, dalam menyongsong kehadiran ekonomi digital, sudah saatnya kurikulum pendidikan formal mulai mengolaborasikan sedikit demi sedikit materi ekonomi digital ke dalam mata pelajaran maupun perkuliahan.

Hal ini menjadi penting karena secara keilmuan dan keahlian, kita memiliki talenta yang berkualitas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital dalam jangka panjang. Ilmu pengetahuan dan keahlian mengenai teknologi digital sepertinya sudah menjadi kunci utama dalam mendorong keberadaan ekonomi digital.

 

Tulisan ini merupakan pendapat pribadi

BERITA TERKAIT