KEPENGURUSAN Taekwondo Indonesia (TI) DKI Jakarta di bawah pimpinan Ivan Ronald Pelealu bakal digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
"Sudah banyak kesalahan atau pelanggaran terutama terkait administrasi aturan AD/ART, kekisruhan dan keputusan sepihak yang kerap menabrak aturan yang ada. Oleh karena itu kami terus berjuang menyuarakan kebenaran agar mendapatkan perubahan dan bisa kembali ke jalan yang benar," kata juru bicara Masyarakat TI DKI Jakarta, Firdaus, Minggu (8/1).
Firdaus menganggap tersebut persoalan serius dan harus dibawa ke ranah PTUN supaya tidak semakin berlarut-larut dan segera ada perbaikan yang diharapkan semua pihak. Dengan begitu ke depannya tidak semakin banyak pihak yang dirugikan.
"Terlebih, menyangkut seputar pembinaan, kaderisasi atlet, karir pelatih, prestasi, manajerial kepengurusan bisa berjalan dengan semestinya," tambah Firdaus yang didampingi Frenky Seon, M Aditama, Budi Harsono, Binariman, dan Hengki Maukar.
Untuk melanjutkan ke proses tersebut, Masyarakat TI DKI Jakarta menunjuk Abdul Basir Latuconsina sebagai kuasa hukum. Basir pun menegaskan bahwa telah menerima penunjukan sebagai kuasa hukum dan siap berjuang.
"Pertama saya mau mengapreasiasi masyarakat yang terdiri dari para mantan atlet, pelatih dan mantan pengurus yang berani menyuarakan kebenaran. Mereka ini orang orang yang berani, idealis, independen dalam mengungkapkan kebenaran, dan tidak mendiamkan kezaliman. Saya salut dan mengacungi jempol," kata Basir.
Basir menambahkan somasi nantinya dilayangkan ke Ivan sebanyak tiga kali sebagai proses masuk ke PTUN. Ia juga bersiap melakukan langkah ke pengadilan umum. (RO/O-2)