04 October 2022, 15:03 WIB

Awal Manis Tim Paratenis Meja Indonesia Menuju Paris 2024


Rifaldi Putra I |

AWAL manis didapat tim paratenis meja Indonesia dalam mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Paris 2024. Tim Para-tenis meja Indonesia meraih hasil membanggakan di pro tour Yunani bertajuk ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022, yang bergulir pada 24 September-2 Oktober.

Dalam kejuaraan yang merupakan salah satu ajang mencari poin guna lolos ke Paralimpiade Paris 2024 itu, sebanyak tiga medali emas, enam perak dan sembilan perunggu berhasil direbut oleh atlet para-tenis meja nasional.

Ketiga medali emas dipersembahkan oleh David Jacobs pada tunggal putra TT 10, ganda campuran XD20 melalui Shella Dwi/Komet Akbar serta pasangan Adyos Astan/Yayan Gunaya di nomor ganda putra MD8.

Sementara itu enam perak direbut oleh Komet Akbar di tunggal putra TT10, Suwarti (tunggal putri TT8), David Jacobs/Hana Resti (ganda campuran XD20), Sefrianto/Tarsilem (ganda campuran XD7), Hana Resti/Shella Dwi (ganda putri WD20) serta Sefrianto yang berpasangan dengan pemain Korea Selatan, Park Jung Son di ganda putra MD4.

"Kejuaraan ini sangat penting untuk mengumpulkan poin ke Paralimpiade Paris 2022. Persaingan di Yunani untuk kelas saya banyak pemain muda yang baru dan menunjukkan perkembangan. Saya harus memperbaiki kekurangan untuk tetap tampil kompetitif khususnya di nomor ganda campuran," ucap David dalam keterangan resminya, Selasa (4/10).

Senada dengan David, Adyos juga mengaku senang dengan medali emas yang berhasil direbutnya namun tidak ingin berpuas diri dan harus terus berlatih untuk meningkatkan performa.

"Saya senang bercampur capek karena harus menempuh perjalanan sangat jauh ke Yunani. Secara hasil kami cukup puas tetap harus berlatih untuk meningkatkan teknik dan stamina karena lawan-lawan juga semakin bagus,” tutur Adyos.

"Selain prestasi, kami juga senang bisa berlaga di kejuaraan ini karena kembali bisa berinteraksi dengan pemain dari negara lain. Sangat banyak pemain muda yang berkualitas di ajang ini,” imbuhnya.

Baca juga: Paratenis Meja Indonesia Raih 3 Medali Emas di Yunani

Pencapaian atlet Indonesia di Yunani merupakan hasil yang membanggakan tetapi atlet dan pelatih tidak boleh berpuas diri. Munculnya sejumlah pemain muda berbakat dalam kejuaraan yang diikuti oleh 26 negara ini, akan menjadi ancaman bagi tenis meja Indonesia di masa mendatang.

"Saya rasa hasil yang kita dapat pada kejuaraan ini cukup bagus, karena ada pemain pemain yang peringkat 10 besar dunia juga ikut bertanding di sini," kata pelatih para-tenis meja Indonesia Bayu Widhie Hapsara.

"Menurut saya regenerasi atlet para-tenis meja kita sedikit terlambat, terutama di nomor kursi roda. Kita sangat susah untuk mencari regenerasinya," jelas Bayu.

Meski sedikit kesulitan untuk mencari regenerasi atlet para-tenis meja khususnya di nomor kursi roda. Bayu menyebut timnya akan terus menjaring bibit-bibit masa depan para-tenis meja Indonesia.

Adapun setelah mengikuti kejuaraan di Yunani, selanjutnya timnas para-tenis meja Indonesia akan mengikuti kejuaraan dunia di Spanyol pada bulan November mendatang. Rencananya Indonesia akan mengirimkan tiga atlet yakni  David Jacobs, Suwarti dan Hana Resti. (OL-5)

BERITA TERKAIT