26 September 2022, 10:25 WIB

Dukung Perkembangan Tinju di Indonesia, Pacquiao Siap Dirikan Sekolah di Jakarta


Mediaidonesia.com |

LEGENDA tinju dunia asal Filipina, Manny Pacquiao mengaku termotivasi untuk melahirkan para petinju andal di Indonesia. Untuk itu petinju berjuluk 'Pacman' itu berkolaborasi dengan atlet tinju Fahd Adityo Oscar atau King Fahd (35) akan mendirikan sekolah tinju di Jakarta untuk membina para petinju muda di Tanah Air.
 
Kesepakatan Pacquiao dengan King Fahd itu dituangkan melalui Memorandum of Understanding yang mereka tandatangani di Denpasar Bali akhir pekan lalu. Sebelumnya memang diberitakan bahwa Pacquiao sedang berlibur ke Bali. Namun ia ternyata tidak sekadar liburan, melainkan juga bertemu dengan King Fahd untuk menandatangani MoU. Di Bali Pacquiao didampingi Glenn pengacaranya.

Baca juga: Alvarez Favorit Menang Lawan Golovkin

Menurut King Fahd, sejak dulu ia memang bercita-cita untuk menggairahkan kembali dunia tinju di Tanah Air yang lesu. “Saya ingin memupuk bibit-bibit baru yang terlatih dengan baik. Sekolah tinju ini terbuka bagi siapapun yang ingin menekuni tinju,” kata Fahd, Senin (26/9) di Jakarta.

Menurutnya sejak 2017, dia sebenarnya sudah ingin mendirikan sekolah tinju. “Namun jika saya sendirian, rasanya akan sulit untuk mengangkat tinju di Indonesia,” kata Fahd. Ia kemudian bermimpi bisa berkolaborasi dengan Manny Pacquiao dalam mengembangkan tinju di Indonesia.

“Siapa sih yang tidak kenal Pacman. Ia bukan hanya petinju kelas dunia, tetapi punya visi dan misi yang jelas dalam mengembangkan tinju di negaranya Filipina," kata Fahd.

Filipina memang dikenal sebagai salah satu negara di Asia yang memiliki banyak juara dunia. Selain Pacquiao yang kini tidak lagi aktif di atas ring, ada lima petinju juara dunia asal Filipina yang masih aktif bertarung, yaitu Nonito Donaire (bantam WBC), Johnriel Casimero (bantam WBO), Jerwin Ancajas (terbang super IBF), Rene Mark Cuarto (terbang mini IBF), dan Mark Magsayo (bulu WBC).

Pacquiao sendiri pernah menjadi petinju terbaik dunia juara di delapan kelas berbeda. Pacman yang kini berusia 43 tahun pensiin dari tinju sejak Agustus 2021 karena ingin menjadi kandidat presiden Filipina. “Dengan nama besar Filipina di dunia tinju tidak salah jika saya menggandeng Manny untuk buka sekolah di Indonesia,” kata Fahd.

Fahd merintis kerja sama dengan Pacquiao sejak tiga bulan lalu. Ia optimistis sekolah tinju Manny Pacquiao ini akan bisa berkembang karena di Indonesia sangat banyak peminat olahraga tinju. Fahd mengenal Manny Pacquiao dari Ziko yang juga pelatih tinju di Indonesia.

Pada kesempatan sama, Pacquiao menyampaikan bahwa ia juga memiliki visi misi untuk menjadikan tinju sebagai kekuatan suatu negara. Dia mengaku sudah mendirikan sekolah tinju di daerah Makati kawasan Metro Manila Filipina.

Baca juga: Joshua Terima Syarat Tarung Melawan Fury

Menurut Pacquiao olahraga sangat penting untuk suatu negara. Khusus untuk tinju banyak mengajarkan disiplin seperti bangun pagi, mengatur waktu, mengasah emosi, melatih kesabaran, dan bisa menjauhkan diri dari narkoba.
“Dari sini bisa membangun negara yang sangat bagus. Selain sehat fisik, kita sebagai warga negara juga sehat mental."

Di Jakarta, sekolah tinju ini nantinya akan diberi nama Manny Pacquiao Boxing Academy. Nama yang diberikan itu sama dengan sekolah tinju Pacman di Makati. Kerjasama dengan Pacquiao  itu direncanakan selama lima tahun, namun menurut Fahd, Manny berharap Kerjasama itu bisa selamanya.

Manny Pacquiao Boxing Academy di Jakarta ini nantinya akan terbagi menjadi dua bagian, yaitu kelas untuk member dan atlet. Untuk kelas member, kata Fahd, siapapun bisa ikut latihan dengan membayar sebagai member baik per kedatangan maupun bayar per bulan. Sedangkan untuk kelas atlet, Academy ini membuka kelas untuk calon atlet. Sifatnya adalah rekrutmen untuk calon atlet dengan rentang usia 11-15 tahun.

“Siapapun orangtua yang memiliki putra-putri silahkan mendaftar jika tertarik,”kata Fahd. Untuk sekolah tinju calon atlet ini, kata Fahd, pihaknya telah menyiapkan asrama tinju, dokter, psikiater, dan makanan atlet yang terjamin. Bagi calon atlet yang nanti lolos dari persyaratan bisa tinggal di asrama tinju.

Fahd mengaku senang karena visi dan misinya mengembangkan dunia tinju di Tanah Air bisa sejalan dengan Pacquiao. “Manny senang jika Indonesia bisa punya nama di kancah tinju dunia.”

Untuk calon atlet tinju, setelah dilatih 1-3 tahun Fahd berencana membawa atlet yang bersekolah di Manny Pacquiao Boxing Academy ke arena pertandingan tinju pra muda atau pertandingan tinju di bawah usia 12 tahun.  Fahd mengatakan ia tidak hanya semata menyediakan sekolah tinju, namun juga memikirkan bagaimana mencetak karier tinju anak-anak asuhnya kelak.

Di sisi lain, Pacquiao yang sudah memiliki sekolah tinju di Makati Filipina nantinya akan ikut terjun mengembangkan sekolah tinju di Jakarta bersama Fahd. Ia akan datang secara berkala ke Jakarta dan mengirimkan satu pelatih kepercayaannya dari Filipina untuk menjadi pengajar tetap di Jakarta.

Pacman akan datang sebulan sekali atau dua bulan sekali untuk melatih. Ini penting untuk memberikan motivasi bagi petinju muda di Indonesia.  Salah satu pelatih yang akan ikut melatih di Jakarta adalah Falazona Fidal. Fidal pernah menjatuhkan mantan juara dunia IBF Nico Thomas. Selain Fidal, ada Larry Siwu petinju dari Bali yang masuk dalam deretan pelatih. Sedangkan Ziko ditunjuk sebagai pelatih fisik atau pelatih pengkondisian.

Fahd berharap sekolah tinju ini akan bisa beroperasi bulan Desember mendatang. Saat ini masih mencari lokasi yang cocok untuk sekolah tinjunya. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT