05 September 2022, 07:30 WIB

Berrettini Sebut Takut Gagal Buat Penampilannya di Turnamen Grand Slam Selalu Bagus


Basuki Eka Purnama |

PETENIS Italia Matteo Berrettini menyebut rasa takut untuk gagal membantunya mencapai perempat final Amerika Serikat (AS) Terbuka, yang melanjutkan raihan apiknya di turnamen Grand Slam.

Unggulan ke-13 berusia 26 tahun itu mengalahkan petenis Spanyol Alejandro Davidovich Fokina 3-6, 7-6 (7/2), 6-3, 4-6, dan 6-2 untuk melaju ke perempat final melawan petenis Norwegia Casper Ruud.

Keberhasilan Berrettini melaju ke delapan besar AS Terbuka itu melanjutkan kiprah apik petenis Italia itu di turnamen Grand Slam.

Baca juga: Berrettini Melaju ke Perempat Final AS Terbuka

Meski absen di Prancis Terbuka (karena cedera) dan Wimbledon (karena covid-19), Berrettini tampil apik di turnamen Grand Slam sebelum-sebelumnya.

Dia mencapai semifinal Australia Terbuka, awal tahun ini. Kemudian, pada 2021, mencapai delapan besar AS Terbuka, final Wimbledon, dan perempat final Prancis Terbuka.

Berrettini mengatakan rangkaian hasil itu membuktikan dirinya cocok dengan tuntutan tampil di Grand Slam.

"Bukan rahasia lagi bahwa saya menjadikan turnamen Grand Slam sebagai target saya," ujar Berrettini.

"Saya rasa hasil-hasil utu menbuktikan level permainan saya. Saya menampilan permainan terbaik saya di turnamen-turnamen terpenting dalam satu tahun," lanjutnya.

Berrettini menambahkan rasa takut gagal juga membuat dirinya menjadi bertekad meraih sukses.

"Saya rasa takut telah menjadi bagian dari hidup dan karier saya. rasa takut adalah pendorong yang luar biasa. Hal itu membantu saya untuk bangun pada hari saya dan bekerja keras mencapai tujuan," paparnya.

"Tanpa rasa takut, saya tidak akan ada di sini. Saya selalu mengatakan ketika saya tidak takut kalah, penampilan saya menjadi buruk," imbuh Berrettini. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT