05 August 2022, 14:41 WIB

Kontingen Indonesia Lampaui Target Perolehan Emas


mediaindonesia.com |

TARGET mendulang 104 medali emas sebagai modal Indonesia untuk bisa menjuarai ASEAN Para Games (APG) XI 2022 di Jawa Tengah sudah terlampaui. Bahkan, atlet-atlet Merah Putih yang bertarung pada perhelatan dua tahunan olahraga paralimpik multicabang Asia Tenggara itu telah mengumpulkan 111 emas, 80 perak, dan 61 perunggu.

Indonesia makin menjauhi juara enam kali APG, Thailand, yang masih terpaku di urutan kedua setelah memborong 57 emas, 80 perak, dan 61 perunggu diikuti Vietnam dengan 50 emas, 44 perak, dan 30 perunggu.

Pada pertandingan hari keenam, Kamis (4/8), sejumlah cabang olahraga menjadi panggung prestasi tertinggi kontingen Indonesia. Misalnya para atletik yang menggelar pertandingannya di Stadion Manahan Solo.

Skuad bermaterikan 75 atlet asuhan Slamet Widodo mampu menggetarkan isi stadion setelah sukses 32 kali mengumandangkan Indonesia Raya. Kendati torehan itu masih belum melampaui target 35 emas dan prestasi di Kuala Lumpur dengan 40 emas, tapi pada hari ketujuh, Jumat (5/8), masih ada enam nomor final tersisa yang berpeluang mengerek perolehan emas Merah Putih.

Kesuksesan dari arena Stadion Manahan mengekor pula ke arena Kolam Renang Jatidiri, Semarang, atau sekitar 97 kilometer dari Kota Solo yang menjadi episentrum APG 2022. Perenang-perenang Indonesia tak mau kalah dengan ikut menguasai kolam Jatidiri. Mereka menggemukkan pundi-pundi medali lewat sumbangsih 23 emas, 19 perak, dan 8 perunggu.

Jendi Panggabean tampil sebagai perebut emas terbanyak yakni lima keping atau sama seperti torehannya saat ASEAN Paragames 2017 di Kuala Lumpur. Saat itu, perenang kelahiran Muara Enim itu mempersembahkan lima medali emas di nomor 400 meter gaya bebas, 100 meter gaya punggung, 200 meter gaya ganti, estafet 4 x 100 meter gaya bebas, dan 4 x 100 meter gaya ganti.


Baca juga: Menpora: Negara-Negara Peserta Apresiasi Penyelenggaraan APG 2022


Tirtonadi Convention Hall menjadi saksi berkuasanya para pejudo Indonesia di matras pertandingan setelah mengantongi sembilan emas, lima perak, dan tiga perunggu. Begitu pula sorakan penonton membakar semangat pemain para bulu tangkis Indonesia saat partai final di Edutorium UMS. 11 dari 19 emas yang disediakan panitia telah digondol tuan rumah.

Indonesia juga merajai arena para angkat berat di Hotel Paragon. Total 15 emas dan 3 perak berhasil direngkuh Ni Nengah Widiasih dan kawan-kawan. Semua itu tak lepas dari peran sang arsitek tim, Coni Ruswanta. Lewat tangan dingin lelaki berotot ini, anak-anak asuhnya mampu menyabet hingga 15 emas.

Tak hanya jago mendulang emas, dua lifter putri Indonesia, masing-masing Shebrioni yang turun di kelas 67 kilogram dan Siti Mahmudah (79 kg) sukses memecahkan rekor APG. Shebrioni dengan total angkatan 103 kg memecahkan rekor angkatan sebelumnya yang dihasilkan Somkhoun Anon dari Thailand, yakni 95 kg.

Capaian target emas juga berhasil dituntaskan oleh tim voli duduk putri Indonesia. Mereka menjadi kampiun setelah mengalahkan Thailand dengan skor 3-0 di GOR Universitas Tunas Pembangunan (UTP), Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (4/8).

APG 2022 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Stadion Manahan, Sabtu (30/7). Perhelatan olahraga multicabang dua tahunan bagi atlet-atlet penyandang disabilitas di kawasan Asia Tenggara itu melombakan 14 cabang olahraga.

Sebanyak 1.248 atlet berkompetisi dalam 924 pertandingan untuk memperebutkan 453 medali emas, perak, dan perunggu. Ajang ini akan berlangsung hingga 6 Agustus 2022 mendatang. Indonesia adalah juara umum pada ASEAN Paragames 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. (RO/OL-16)

BERITA TERKAIT