04 August 2022, 14:09 WIB

KOI Siap Usung IKN di Bidding Olimpiade 2036


Rifaldi Putra Irianto |

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) menyambut baik arahan Presiden RI Joko Widodo terkait pencalonan tuan rumah Olimpiade 2036 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. KOI berkomitmen untuk bekerja keras merealisasikan tugas dari Presiden.  

"Kami menyambut baik arahan Pak Presiden untuk melanjutkan bidding Olimpiade 2036 dengan lokasi di IKN. Kami akan menjalankan tugas tersebut dan bekerja keras agar Indonesia tampil sebagai negara ASEAN pertama yang menjadi tuan rumah Olimpiade," kata Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, dalam keterangannya, Kamis (4/8). 

Baca juga: KOI Dukung Handball Menjadi Cabor Populer dan Tampil di Olimpiade

Melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan agar Indonesia melanjutkan proses bidding Olimpiade 2036 di Ibu Kota Negara (IKN). Hal ini dikatakan Menpora usai mendampingi Presiden Joko Widodo yang bertemu Ketua PSSI Mochamad Iriawan, Rabu (3/8). 

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga berencana membangun sports training center dengan fasilitas lengkap, baik utama dan pendukung. Termasuk fasilitas latihan sepak bola yang nantinya akan digunakan menjadi pusat pelatihan. 

Okto, sapaan akrab Raja Sapta mengatakan, rencana pembangunan sports training center akan juga akan diinformasikan kepada Future Host Commission, bagian dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang ditugaskan menyeleksi proses bidding negara calon tuan rumah Olimpiade. 

Indonesia sudah terlibat dalam proses bidding karena sebelumnya membidik menjadi penyelenggara tahun 2032. Pengajuan bidding tuan rumah Olimpiade dilakukan oleh NOC sebagaimana yang tertulis dalam Point 4 Tugas NOC di Olympic Charter. 

"Kita sudah berstatus continuous dialogue di proses bidding, dan kami akan lanjutkan karena format IOC saat ini mengedepankan permanent, ongoing dialogue. Ini dikatakan Presiden IOC Thomas Bach ketika saya bertemu di Olimpiade 2020 Tokyo, menurutnya Indonesia harus tetap melanjutkan proses bidding untuk Olimpiade karena prosesnya masih berjalan," ujar Oktohari. 

"Dengan IKN sebagai tempat penyelenggaraan, kami optimistis karena salah satu poin yang menjadi penilaian adalah venue masterplan hingga sustainability dan legacy," jelasnya. 

Okto menilai, penyelenggaraan ANOC World Beach Games (AWBC) 2023 Bali, 5-12 Agustus, bisa menjadi momentum positif mewujudkan misi menjadi tuan rumah Olimpiade. Akan ada 1.200 atlet yang berasal dari lebih 100 negara berkompetisi di sana, hal ini akan pun menjadi kesempatan Indonesia untuk membuktikan mampu menggelar event multi-nasional bersekala dunia. 

Tak cuma itu, 205 Nasional Olympic Committe di seluruh dunia juga akan berada di Pulau Dewata untuk mengikuti General Assembly ANOC. Turut hadir pula petinggi organisasi olahraga Internasional, seperti Presiden IOC Thomas Bach, President ANOC Robin Mitchell, hingga President WADA Witold Banka. 

"AWBG akan menjadi momentum penting untuk Indonesia melakukan pendekatan secara langsung agar kita bisa mendapatkan dukungan dan membuktikan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah Olimpiade," terang Okto. (Rif/KOI/OL-6)

BERITA TERKAIT