07 July 2022, 22:17 WIB

Tim F1 Akan Bahas Batas Anggaran Di Austria


Widhoroso |

TIM-tim Formula 1 akan membahas penyesuaian batas anggaran dalam pertemuan di Austria, akhir pekan ini. Masalah ini dibicarakan terkait tingginya harga energi dan bahan bakar dan inflasi.

Situasi tersebut akan dibahas oleh komisi Formula 1 FIA jelang Grand Prix Austria di Red Bull Ring, Spielberg. "Mengingat komisi hanya dijadwalkan selama dua jam, kami harus segera menyelaraskan. Saya pikir kami sedang mendiskusikan berbagai opsi," kata bos tim Williams Jost Capito di Silverstone pekan lalu.

Kepala tim McLaren Andreas Seidl berharap pertemuan itu akan menemukan solusi yang menjadi kepentingan terbaik bagi olahraga balap itu dan menjadi penutup bahasan terkait topik tersebut. Beberapa petinggi tim lain mengatakan kelompok finansial kemungkinan akan diminta mempersembahkan rencana final sebelum hal tersebut dapat diputuskan sebelum jeda musim panas pada Agustus.

Tim-tim besar mengatakan bahwa kejadian-kejadian tak terduga di dunia, seperti perang di Ukraina, telah membuat mereka mustahil berada dalam batas anggaran sebesar US$140 juta dolar(sekira Rp2 triliun) dan menyebutnya situasi force majeure.

Bos dan pemilik bersama tim Mercedes Toto Wolff pernah mengatakan pada Mei bahwa tagihan listrik pabrikan mereka di Brazkley, Inggris, melonjak dari 2,5 juta pound (sekira Rp45 miliar) ke 6,5 juta pounds(sekira Rp116 miliar). Biaya kargo pun sama naiknya.
 
"Akan menarik melihat bagaimana FIA hadir. Mereka sudah menjanjikan akan kembali ke kami dengan membawa proposal, jadi kami akan mendengarkan dengan seksama untuk melihat apa yang ditawarkan," kata bos tim Red Bull Christian Horner.

Otmar Szafnauer yang mengepalai tim Alipine mengatakan pada Mei bahwa tim-tim besar harusnya mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan apabila tekanan inflasi memaksa mereka harus melanggar batas anggaran. Akan tetapi, Szafnauer terdengar lebih terbuka soal peningkatan batas tersebut itu di sejumlah bidang.
 
"Apabila ini masuk akal, kami akan menilainya dan menggunakan suara kami," kata dia. (Ant/OL-15)

 

BERITA TERKAIT