05 July 2022, 12:33 WIB

Tontowi Ahmad Luncurkan NFT Bertemakan The World Campion Of Badminton


Jamaah |

MANTAN pebulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad meluncurkan Non-Fungible Token (NFT) dengan tema The World Champion Of Badminton. Peluncuran itu sebagai upaya mengangkat deretan prestasi yang pernah diraih menjadi sebuah aset digital.

Menurutnya, dengan mengeluarkan NFT bertemakan olahraga adalah sebagai sarana dalam memberi wadah bagi pecinta bulu tangkis, terutama penggemarnya dalam ikut serta memiliki perjuangan yang pernah diperoleh.

"Kenapa saya tertarik dengan ini, karena dengan ini mudah diterima masyarakat. Tujuannya dengan mengeluarkan produk NFT olahraga ini, agar pecinta bulu tangkis tanah air agar bisa juga mengoleksi apa yang pernah kami capai," kata Tontowi Ahmad di Jepara, Senin (4/7) sore.

Baca juga: Apri/Fadia Janji Tampil Habis-Habisan di Final Malaysia Terbuka

Dalam peluncuran NFT itu, Tontowi Ahmad mengeluarkan 1000 koleksi yang bisa dikoleksi para penggemar bulu tangkis. Sehingga pecinta bulu tangkis cukup mudah bisa memilih gambar NFT yang menjadi favoritnya. 

Gambar NFT milik Tontowi Ahmad yang dapat dimiliki, salah satunya berupa medali emas saat juara di Olimpiade Rio tahun 2016 silam, Juara di All England, hingga raket, maupun baju sang juara kebangaan tanah air.

"Semisal penggemar ingin mengoleksi apa gitu raket saya, oh ini saya punya tapi dalam bentuk digital. Agar fans bulu tangkis turut merasakan apa yang kita miliki dan merasakan apa yang kita perjuangkan waktu itu," ujar mantan pemain bulu tangkis ganda campuran itu.

Lebih lanjut, Owi, sapaan akrabnya, mebeberkan ketertarikan dengan dunia aset digital karena sebagian hasil yang diperoleh ikut didonasikan kepada masyarakat kurang mampu ataupun yang membutuhkan dengan menggandeng Unisons Care.

"Selain bisnis juga beramal. Mudah-mudahan selain saya temen pemain badminton lain bisa ikut menginvestasikan asetnya seperti ini," paparnya.

Sementara CEO Unisons Cryptolab Maria Murliantini mengatakan, kerja sama kali ini bertujuan mendokumentasikan karya atlet juara dunia dalam bentuk karya aset digital. Karya NFT ini memiliki orang satu-satunya karena tidak bisa di-copy atau digandakan. 

Unisons Crytolab sendiri merupakan jaringan blockchain yang berdiri dibawah naungan PT Unisons Spektakarya Unggul yang berbasis di Indonesia sejak 2015.

"Saat ini waktu yang tepat untuk memiliki koleksi NFT Owi, sebab nilai mata uang digital sedang mengalami penurunan," ungkap Maria.

Seiring perkembangan jaman dan teknologi, investasi jangka paniang dengan NFT ini bakal menjadi aset digital yang banyak diminati masyarakat.

Pihaknya juga menegaskan selain bisnis aset digital, Unisons Cryptolab juga memberi dampak kepada masyarakat luas melalui bidang sosial, kesehatan, bidang pendidikan, dan bidang lingkingan hidup.

"Sebagian hasil yang didapat nantinya juga di-charitykan melalui bakti sosial hingga diberbagai bidang kepada masyarakat kurang mampu, anak butuh pendidikan, hingga pengadaan air bersih," sambungnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT