12 June 2022, 06:00 WIB

Murray Sesalkan Luapan Emosi Kyrgios


Basuki Eka Purnama |

ANDY Murray mengaku tidak menyenangkan meraih kemenangan setelah lawannya Nick Kyrgios kehilangan kesabaran dan konsentrasi sehingga tidak bisa memberikan perlawanan di laga semifinal turnamen ATP di Stuttgart, Sabtu (11/6).

Murray mencapai final turnamen ATP ke-70 sepanjang kariernya usai menang 7-6 (7/5) dan 6-2 atas Kyrgios.

Kyrgios diganjar penalti poin dan kemudian penalti game karena perilaku tidak sportif setelah tertinggal 1-0 usai kalah di set pembuka dalam tempo 65 menit.

Baca juga: Kalahkan Kyrgios, Murray ke Final Stuttgart Terbuka

Petenis Australia itu membanting raket dan kemudian beradu mulut dengan penonton.

Petenis berusia 27 tahun itu kemudian mengklaim dirinya menjadi sasaran ejekan rasisme.

"Kapan ini akan usai? Saya harus menghadapi ejekan rasial dari penonton," klaim Kyrgios di Instagram.

"Saya sadar perilaku saya kadang bukanlah yang terbaik namun komentar seperti 'Kamu domba hitam' atau 'diamlah dan bermain' adalah hal yang tidak bisa diterima."

"Ketika saya bereaksi, saya dihukum. Itu tidak benar," lanjutnya.

Setelah ditegur oleh pengawas pertandingan, Kyrgios yang sempat mogok bermain akhirnya tampil dengan separuh hati sehingga Murray meraih kemenangan dalam tmepo 93 menit.

"Set kedua sama sekali tidak menyenangkan, dia tidak memberikan perlawanan," ujar Murray.

"Dia mengawali laga dengan baik namun akhirnya dia merasa frustasi. Akhir set pertama adalah titik baliknya."

"Anda selalu mengharapkan ada sesuatu yang terjadi saat melawan dia. Jadi, saya tidak terkejut saaat hal itu terjadi."

"Da pasti frustasi setelah kalah di set pertama sehingga merusak raket. Dia juga beberapa kali berselisih dengan wasit. Selain itu ada juga yang terjadi dengan penonton," pungkasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT