26 May 2022, 08:30 WIB

Alcaraz Mengaku Sedikit Tertekan Dipandang Sebagai Calon Bintang


Basuki Eka Purnama |

PETENIS remaja Carlos Alcaraz mengakui dirinya merasa sedikit tertekan setelah berhasil bangkit dari ketertinggalan 3-0 di set penentuan untuk mengalahkan sesama petenis Spanyol Albert Ramos-Vinolas, Rabu (25/5), untuk melaju ke putaran ketiga Prancis Terbuka.

Unggulan keenam berusia 19 tahun itu, dipandang sebagai orang yang bisa mematahkan dominasi Novak Djokovic dan Rafael Nadal di turnamen Grand Slam, meraih kemenangan 6-1, 6-7 (7/9), 5-7, 7-6 (7/2), dan 6-4 dalam tempo 4 jam dan 34 menit.

Laga itu merupakan laga terlama dalam karier Alcaraz.

Baca juga: Alcaraz Dipaksa Bekerja Keras untuk Kalahkan Ramos-Vinolas di Prancis Terbuka

Alcaraz tengah berupaya menjadi pemain remaja kedelapan yang memenangkan gelar tunggal putra turnamen Grand Slam.

"Luar biasa ketika orang membicaakan Anda dan mereka merasa saya bisa menjadi petenis nomor satu dunia. Namun, itu menimbulkan sedikit tekanan pada diri saya," ujar Alcaraz.

"Namun, saya berusaha tidak memikirkan hal itu. Meski begitu, menjadi petenis nomor satu dunia adalah impian saya sejak saya bermain tenis," lanjutnya.

Alcaraz kemudian mengatakan dia harus berjuang keras untuk mengalahkan Ramos-Vinolas, yang lebih tua 15 tahun dari dirinya.

"Saya merasa letih," kata Alcaraz, yang telah memenangkan empat gelar di Rio, Miami, Madrid, dan Barcelona.

"Laga ini sangat hebat dan kami berjuang hingga poin terakhir," imbuhnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT