24 May 2022, 09:30 WIB

Isner Mengaku tidak Bersemangat Tampil di Wimbledon


Basuki Eka Purnama |

JOHN Isner mengaku dirinya tidak bersemangat tampil di Wimbledon setelah WTA dan ATP memutuskan turnamen Grand Slam itu tidak akan menghasilkan poin peringkat sebagai tanggapan atas pelarangan petenis Rusia dan Belarus tampil di turnamen tenis di Inggris itu sebagai tanggapan atas invasi Moskow ke Ukraina.

Keputusan yang diambil WTA dan ATP terhadap turnamen yang akan bergulir antara 27 Juni dan 10 Juli itu mengancam membuat Wimbledon hanya menjadi sekadar turnamen eksebisi.

Isner memenangkan laga terpanjang dalam sejarah tenis, 11 jam dan 5 nenit, di Wimbledon 2010. Dia kemudian kalah 26-24 di set penentuan laga semifinal Wimbledon, empat tahun lalu.

Baca juga: ATP & WTA Kompak Hapus Poin Peringkat Wimbledon 2022

"Saat ini, sejujurnya, saya tidak bersemangat tampil di Wimbledon. Saya kemungkinan akan datang pada Sabtu dan bermain pada Senin dan lihat apa yang terjadi. Hal itu karena poin adalah mata uang kami," ujar Isner setelah memenangkan laganya di putaran pertama Prancis Terbuka, Minggu (22/5).

"Kami bermain agar peringkat kami semakin baik, untuk naik peringkat. Kami berada di bawah tekanan untuk tampil apik agar peringkat dunia kami semakin baik. Itu tidak akan terjadi di Wimbledon pada tahun ini."

"Jadi, saya rasa sejumlah pemain akan tampil lepas karena tidak ada ancaman lagi tampil di sana, untuk memperbaiki peringkat mereka," lanjutnya.

Petenis Amerika Serikat (AS) itu mengaku tidak setuju dengan keputusan Wimbledon yang melarang petenis Rusia dan Belarus untuk tampil. Meski begitu, Isner enggan mengkritik keputusan ATP yang tidak memberikan poin bagi para peserta Wimbledon.

"Saya tidak mengatakan keputusan ATP salah namun saya lebih senang bermain untuk mendapatkan poin. Namun, saya mendukung ATP bahwa para pemain Rusia dan Belarus seharusnya diizinkan bermain," tegas Isner.

"Mereka sama sekali tidak ada kaitannya dengan invasi yang terjadi. Seluruh dunia mengingkan hal itu segera berakhir. Saya rasa sangat burik invasi itu mempengaruhi dunia olahraga," pungkasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT