22 May 2022, 19:05 WIB

Cabor Evaluasi Hasil SEA Games Vietnam


Dhika Kusuma Winata |

CABANG olahraga (cabor) segera bergerak mengevaluasi hasil SEA Games ke-31 Vietnam sebagai bahan introspeksi demi peningkatan prestasi di bawah payung DBON yang baru kali pertama diterapkan. Sebagian cabor berhasil mencapai target medali yang dicanangkan namun sebagian lainnya belum bisa memenuhinya.

Cabang atletik menjadi salah satu yang meleset dari target. Mengincar delapan medali emas, tim atletik membawa pulang dua emas yang diboyong Odekta Elvina Naibaho (maraton putri) dan Eki Febri Erawati (tolak peluru putri) ditambah lima perak dan empat perunggu dari nomor lainnya.

"Target kita ini berdasarkan analisis tapi ternyata meleset juga. Atlet-atlet lawan kita itu tangguh sekali, mereka lebih mampu menyiasati pandemi ini. Kita akui lawan kita lebih baik dan ini hikmah buat kita semua untuk pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Kita mesti sabar juga di satu sisi," kata Sekjen PB PASI Tigor Tanjung kepada Media Indonesia, Minggu (22/5).

Tigor mengakui atlet-atlet dari negara lain seperti tuan rumah Vietnam dan Thailand tampil lebih tangguh. Menurutnya, pandemi covid-19 berpengaruh besar karena turnamen internasional, nasional, dan daerah minim digelar.

Selama dua tahun terakhir, imbuhnya, kompetisi di level nasional hanya PON Papua sedangkan kejuaran di daerah-daerah macet sehingga regenerasi atlet pun tersendat. Meski target meleset, Tigor menyatakan tak perlu berkecil hati dan menjadikan hasil di Vietnam sebagai cambuk untuk bekerja lebih keras lagi.

"Usaha sudah dilakukan kita datangkan pelatih dari Jamaika, dari Amerika. Usaha sudah dilakukan, bukan kita tidur-tidur saja tapi lawan memang lebih baik ya kita akui saja tidak usah berkelit-kelit," ungkapnya.

"Sekarang sudah selesai pertandingan besar SEA Games jadi kita ada kesempatan untuk penyusunan kembali tim. Atlet-atlet muda dari daerah akan kita inventarisasi lagi mungkin dilatih di Jakarta atau di daerahnya," imbuh Tigor.

Target pencak silat juga meleset di Vietnam. Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menargetkan empat emas namun hanya satu nomor yang menyumbangkan emas yakni Riska Hermawan dan Ririn Rinasih (seni ganda putri) kemudian empat perak dan tiga perunggu dari nomor lainnya.

Wakil Ketua PB IPSI Erizal Chaniago menyatakan melakukan evaluasi atas hasil itu khususnya dari segi nonteknis. Pasalnya, kata Erizal, di Vietnam diterapkan peraturan baru. Erizal mengatakan faktor lainnya keputusan yang dianggal tidak wajar dari wasit sehingga merugikan atlet Indonesia.

Cabor lain seperti karate mengoleksi emas lebih dari target. Karate menyabet empat emas, delapan perak, dan dua perunggu meski target yang dicanangkan tiga emas. Total 14 medali dibawa pulang dari total 16 atlet yang dikirim.

"Dari awal target karate semua (berpeluang) bisa target emas, tidak ada yang tidak sebab ini olahraga tak terukur. Dari 15 atlet yang kita masukan, 12 jadi finalis dan alhamdulillah atlet kita semua dapat medali dan tidak ada yang tangan kosong," kata manajer tim karate, Yusran Arief.

Menanggapi hasil di Vietnam, Ketua Umum KONI Marciano Norman sebelumnya menegaskan sepakat perlu evaluasi namun tak perlu mencari kambing hitam. Semua pemangku kepentingan, ujarnya, harus menjawab tantangan lahirnya DBON yang sasaran utama prestasi fokus pada Olimpiade adapun SEA Games dan Asian Games menjadi sasaran antara.

"Ayo kita lakukan evaluasi, tak perlu mencari kambing hitam. Kita harus bersama-sama mencari solusi untuk bisa memenuhi apa yang diinginkan dalam DBON," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT