20 March 2022, 19:59 WIB

Pawang Hujan Rara Wulandari Curi Perhatian Dunia


Budi Ernanto |

HUJAN deras sempat menunda balapan Moto-GP di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3). Dorna Sports selaku penyelenggara menyatakan balapan ditunda satu jam baru bisa dimulai pada pukul 16.00 WITA.

Tepat saat balapan diputuskan ditunda, tiba-tiba muncul seorang perempuan di area pit lane. Dia memegang sebuah mangkok emas di tangan kirinya dan kayu berdiameter 5 cm yang panjangnya kurang lebih 30 cm di tangan kanannya. Ada juga dupa di tangan kirinya.

Baca juga: Alami Kecelakaan di Sesi Pemanasan, Marquez Dievakuasi ke Rumah Sakit

Perempuan yang belakangan diketahui bernama Rara Isti Wulandari itu muncul dari arah barat sirkuit atau jalur masuk pit lane. Dia berjalan ke arah timur, di depan garasi setiap tim peserta Moto-GP, sambil memukul-mukul mangkok yang dipegangnya. Sesekali dia mengangkat tangannya. Mulutnya juga beberapa kali mengucapkan beberapa kata. Dia melakukan semua itu kurang lebih 15 menit.

Sontak aksinya mengundang perhatian dan tidak terkecuali para rider Moto-GP yang sedang menunggu hujan reda. Mereka diinformasikan bahwa wanita yang rupanya akrab disapa Rara itu adalah seorang pawang hujan. Para penonton yang duduk di tribun di seberang pit lane pun ikut memperhatikan ritual yang dijalankan Rara.

Rara pun disorot ratusan kamera dan ponsel selama melakukan aksinya. Media sosial juga langsung ramai dipenuhi kabar Rara yang berusaha membuat cuaca tak menghalangi Fabio Quartararo dkk berebut gelar juara.

Mendekati pukul 16.00 WIB atau sekitar 30 menit usai penampilan Rara di pit lane, hujan menjadi rintik-rintik. Melalui Twitter, Moto-GP yang mengunggah aksi Rara mengatakan, "Itu (upaya Rara) berhasil."

Seusai balapan, Direktur MGPA Priandhi Satria mengatakan tidak memiliki komentar resmi untuk apa yang dilakukan oleh Rara. Publik olehnya dipersilakan membuat kesimpulan masing-masing. "Manjur atau tidak, itu dikembalikan ke setiap orang," tegasnya.

Baca juga: Fabio Quartararo Peraih Pole Pertama di Mandalika 

Priandhi menambahkan pihaknya tidak meminta ada pawang hujan ketika sirkuit diguyur. Sehingga keberadaan sosok Rara di area sirkuit itu adalah keinginan Dorna.

Di Twitter, Akbar Zein, pemilik akun @ariensalaby beranggapan sangat wajar ada pawang hujan. Menurutnya memang pawang hujan adalah profesi yang dibutuhkan. "Ada marketnya, ada yang mempekerjakan dan its work. Event organizer besar di Indonesia pasti pernah hire jasa pawang hujan," kata Akbar. (Beo/A-3)

BERITA TERKAIT