10 March 2022, 17:43 WIB

Badan Anti-Doping Indonesia Kunjungi Markas Bulu Tangkis di Cipayung 


mediaindonesia.com |

PENGURUS badan anti-doping Indonesia atau IADO (Indonesia Anti Doping Organisation) berkesempatan mengunjungi markas besar pelatnas bulu tangkis PBSI di Cipayung.

Menurut Wakil Ketua Umum IADO dr. Rheza Maulana S, BmedSc (Hons), MM, MARS,, sebagaimana diketahui melalui PBSI inilah salah satu penggagas era perbaikan anti-doping Indonesia di mana puncak titik baliknya saat bendera Merah Putih tidak dapat berkibar mengiringi kemenangan tim bulutangkis Indonesia pada PialaThomas 2021 silam.

"Kita merasakan semua itu sebuah moment yang membanggakan sekaligus menyedihkan, menyadarkan kami untuk segera berbenah kedalam untuk memenuhi Compliance WADA," kata dr. Rheza, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/3).

Pernyataan itu diaampaikan saat pemaparan di hadapan pengurus dan atlet pelatnas bulutangkis di Markas PBSI Cipayung.

Tampak hadir pengurus IADO Direktur Tes & Analisa Dra. Linda, Direktur Intelijen & Investigasi Kol. (Pur) Suharyanto, Wadir ADAMS Adinda Bandriawati dan Wadir Edukasi Natasha Marcelina.

PBSI merupakan salah satu penggagas era perbaikan Anti Doping Indonesia. Ketika itu saat bendera Merah Putih tidak dapat berkibar mengiringi kemenangan tim bulu tangkis Indonesia pada Piala Thomas 2021 silam.

"Sebuah moment yang membanggakan sekaligus menyedihkan, menyadarkan kami untuk segera berbenah kedalam untuk memenuhi Compliance WADA," jelasnya. 

"Alhamdulillah, pada kali ini kami datang untuk bercengkerama membahas terbebasnya Indonesia dari sanksi WADA dan pelajarannya sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru IADO," katanya.

"Serta tak lupa berterimakasih bahwa karena "sentilan" PBSI lah IADO bersama Pemerintah serta seluruh stakeholder terkait termotivasi untuk melakukan pembenahan dan perombakan total dalam aspek Anti-Doping Indonesia" ungkap dr. Rheza.

Pertemuan IADO dengan Pimpinan PBSI yang di wakili oleh Wasekjen PBSI beserta jajaran.

Pada kesempatan tersebut mengatakan menitikberatkan bagaimana masing-masing pihak dapat berkontribusi dalam menjaga Merah Putih agar tetap dapat berkibar di kancah internasional melalui kapasitas kami sebagai pelaksana kegiatan Antidoping Indonesia sesuai dengan aturan WADA dan juga semangat IOC. 

Pihak IADO juga berharap kepada atlet pelatnas bulutangkis maupun tenaga pendukungnya selalu sukses dalam menorehkan prestasi olahraga bulutangkis di dalam dan luar negeri serta terbebas dari perbuatan yang melanggar 11 poin "Anti Doping Rules Violation" baik yang disengaja maupun tidak. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT