26 February 2022, 17:45 WIB

Laga Kontra Jordania Jadi Momentum Timnas Basket Ukur Kekuatan Untuk FIBA Asia Cup 


Rifaldi Putra Irianto |

TIM Nasional Bola basket Indonesia langsung migrasi ke Jordania usai bertanding di window II Kualifikasi FIBA World Cup Grup C Zona Asia melawan Arab Saudi. Andakara Prastawa dkk ke sana dengan perjalanan udara. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Jeddah, Arab Saudi. 

Migrasi itu membuat waktu istirahat para pemain menjadi sempit. Ini karena Minggu (27/2) waktu setempat tim Indonesia sudah ditunggu Jordania di Prince Hamza, Amman. 

Setibanya di Jordania pada Sabtu (26/2) waktu setempat, Asisten Pelatih Timnas Bolabasket Indonesia Wahyu Widayat Jati mengatakan, waktu istirahat yang tersedia akan dimanfaatkan sebaik mungkin olah skuadnya. Ini agar para pemain bisa mengeluarkan kemampuan terbaik di Prince Hamza nanti. Mengingat, duel tersebut penting untuk Pasukan Merah Putih. 

"Karena pertandingan ini sekaligus untuk mengukur kekuatan kita untuk hadapi FIBA Asia Cup nanti. Jadi kami harus bermain lebih baik dari pertandingan melawan Arab Saudi," jelas Wahyu dalam keterangan pers PP Perbasi, Sabtu (26/2). 

Pada FIBA Asia Cup Juli nanti, Indonesia memang bakal bertemu lagi dengan Jordania. Ini karena Jordania juga berada di grup A dengan Indonesia. Di sana juga bercokol Arab Saudi dan Australia. 

Baca juga : Tibo Monabesa Percaya Diri Bisa Taklukkan Jayson Vayson

FIBA Asia Cup 2022 sangat penting bagi Indonesia karena bisa menjadi satu-satunya jalur agar Indonesia dapat tampil di FIBA World Cup tahun depan. Indonesia hanya bisa berharap dari jalur FIBA Asia untuk ke FIBA World Cup jika kesulitan bersaing di Kualifikasi FIBA World Cup 2023. Mengingat, sudah tiga kali timnas menelan kekalahan pada jalur kualifikasi ini. 

Beruntung, kata Wahyu, kekalahan terakhir yang diterima Timnas Indonesia dari Arab Saudi 66-96 tidak sampai merontokkan semangat tanding para pemain. Andakara Prastawa dkk tetap semangat. Mereka tetap optimistis menatap pertandingan selanjutnya, melawan Jordania. 

"Mental tidak ada masalah, walau kemarin performa kurang sesuai harapan. Untuk menjaga pemain tetap semangat, kami lakukan rutinitas yang biasa di lakukan di timnas," ujarnya. 

Sementara itu Asisten Manajer Timnas Bola basket Indonesia Ferri Jufry meyakini, Jordania akan kesulitan menjinakkan tim asuhan Rojko Toroman itu jika para pemain bisa menjaga ritme seperti saat kuarter pertama melawan Arab Saudi. Permainan disiplin dengan stamina prima sempat merepotkan tuan rumah. 

"Kita bisa berbuat banyak jika mampu pertahankan permainan seperti pada kuarter pertama saat melawan Arab ketika bertemu Jordania nanti, karena memang kekurangan kita saat ini adalah kebugaran pemain," jelasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT