29 January 2022, 13:00 WIB

Ini Alasan Pencoretan Dua Pasangan Ganda Campuran Indonesia dari Pelatnas


Basuki Eka Purnama | Olahraga

PELATIH ganda campuran bulu tangkis nasional Nova Widianto mengonfirmasi pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja terdegradasi dari jajaran penghuni Pelatnas PBSI Cipayung karena berbagai alasan teknis.

Menurut Nova, paling tidak ada empat alasan mengapa ganda campuran yang masing-masing berada di peringkat lima dan kesebelas dunia itu tidak lagi di bawah asuhan PP PBSI.

"Benar ya, Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria tidak di Pelatnas tahun ini. Ada beberapa parameter, yang pasti dari prestasi satu dua tahun belakangan. Lalu faktor usia, berapa lama di Pelatnas, dan terakhir soal karakter," kata Nova dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (28/1).

Baca juga: Terdepak Dari Pelatnas, Praveen/Melati dan Gloria Siap Unjuk Gigi

Dari segi prestasi, kedua pasangan belum bisa membuahkan hasil maksimal dan tidak memenuhi target dari pelatnas. Selain itu, kedua pasangan juga sudah cukup lama berada di Cipayung sehingga ada pertimbangan memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk naik tingkat.

Sementara untuk Praveen/Melati, Nova melihat mereka tidak bisa melampaui gelar All England yang mereka dulang pada 2020. Padahal PBSI menaruh harapan lebih tinggi setelah pencapaian itu, namun tidak ada kemajuan hingga musim 2021 ditutup dengan gelaran Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali.

"Setelah mereka memang harus ada regenerasi. Kami tahu memang tidak akan mudah bagi yang muda untuk mengejar, tapi mereka juga harus siap. Mudah-mudahan di Olimpiade 2024 kami bisa ikut dan meraih medali," ujar Nova.

Pernyataan Nova terkait dengan regenerasi juga berkaitan dengan keinginan PBSI untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada pemain muda untuk berprestasi di jenjang atas.

Nova pun berharap pasangan muda selanjutnya punya rasa tanggung jawab dan mampu menjadi ujung tombak jika diperlukan.

"Kami harap anak-anak ini punya motivasi yang tinggi, punya jiwa pejuang dan tidak mudah menyerah untuk menjadi juara. Memang tahun ini banyak pemain muda, jelas tidak mudah. Tapi saya optimistis," pungkas Nova. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT