28 January 2022, 23:32 WIB

Mengenal Aryo Moedanton, Pemuda Indonesia yang Kini Menjabat Direktur di ASEAN Para Sport Federation 


Ghani Nurcahyadi | Olahraga

BELUM lama ini Indonesia dipercaya menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan Kompetisi Olahraga Para tingkat Asia Tenggara, ASEAN Para Games yang penyelenggaraannya akan dilakukan di Kota Solo, Jawa Tengah. Selain persiapan yang prima, juga diperlukan koordinasi aktif antar stakeholder tidak hanya di dalam Negeri tapi juga di Luar Negeri.  

Khususnya untuk pagelaran ASEAN Para Games, Indonesia harus berkoordinasi dengan ASEAN Para Sport Federation (APSF), sebuah Badan Internasional yang dipercaya menjadi Koordinator untuk kegiatan Olahraga bagi penyandang disabilitas di tingkat ASEAN.  

Namun siapa sangka didalam APSF ada peran aktif dari sosok muda Indonesia yang dipercaya menjadi salah satu Direktur sejak 2019. Adalah Raden Aryo Febrian Moedanton yang saat ini menjabat sebagai Direktur Akreditasi (Accreditation Director) di APSF dibawah kepemimpinan Maj. Gen. Osoth Bhavilai.  

Pemuda berusia 31 Tahun itu berperan penting dalam memastikan integritas database kepesertaan dan juga akses kontrol yang langsung terkait erat dengan keamanan penyelenggaraan. Dengan tanggung jawab tersebut, Aryo tak hanya menjadi tumpuan dari APSF, tapi juga seluruh Negara di ASEAN yang nantinya akan berlaga di ASEAN Para Games 2022 Solo. 

Keikutsertaan di bidang Olahraga bukanlah hal baru bagi pria kelahiran Jakarta tersebut. Ia mengawali speak terjangnya ketika Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah untuk pagelaran olahraga masyarakat tingkat Dunia yaitu TAFISA World Games 2016 dibawah komando FORMI (sekarang KORMINAS).  

Tak lama berselang, Ia dipercaya sebagai Direktur Akreditasi untuk Asian Para Games 2018. Aryo yang berusia 27 tahun mencatat sejarah sebagai Direktur Termuda untuk penyelenggaraan Kegiatan Olahraga terbesar untuk Penyandang Disabilitas di Kawasan Asia. 

Terakhir, Ia adalah Konsultan Manajemen Relawan pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.   

Baca juga : Medvedev Taklukan Tsitsipas untuk Bertarung di Partai Puncak Lawan Nadal

“Alhamdulilah, sebuah kebanggaan juga tanggung jawab besar dapat menjadi 1 dari 11 Direktur di APSF dan 1 dari 2 orang Indonesia yang dipercaya mengemban amanat tersebut” Ujarnya.   

Sebagai catatan, saat ini Indonesia berhasil menempatkan 2 orang talenta muda di APSF, dimana satu lagi Bernama Rezza Dwi Brammadita menjabat sebagai Direktur NPC Services.  

Menjadi Direktur Akreditasi menuntutnya untuk berkoordinasi lintas pemangku kepentingan. Ia harus mengharmoniskan berbagai pihak, mulai dari Imigrasi, Kepolisian, dan tentunya pelaksanaan protokol Kesehatan yang harus diramu dan dikoordinasikan ke semua Negara ASEAN. 

Namun, dalam pelaksanaannya ia tidak lupa untuk melibatkan sebanyak mungkin anak muda Indonesia. 

“Pada pelaksanaan pagelaran APG 2018 lalu saya memiliki tim dimana lebih dari 90% berusia dibawah 30 tahun, setiap kesempatan yang ada akan saya manfaatkan untuk menunjukkan kebolehan dari Pemuda Indonesia” lanjutnya. 

Selain menjadi Direktur APSF, Aryo juga aktif dalam berbagai kegiatan seperti menjadi Dosen di Universitas Bakrie, Ketua Bidang Relawan Olahraga KORMINAS, dan Co-Founder Upscale Coding Academy. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT