20 January 2022, 11:31 WIB

Pemilik Saham Warriors Singgung Tiongkok, Manajemen Tim Kewalahan


 Ilham Ananditya | Olahraga

SALAH satu pemilik saham minoritas Golden State Warriors, Chamath Palihapitiya, membuat pernyataan yang mengharuskan NBA harus kembali berurusan dengan pemerintah Tiongkok.

Miliarder sekaligus mantan eksekutif Facebook itu menyinggung mengenai masalah genosida di 'Negeri Tirai Bambu'.

Saat itu Palihapitiya tengah tampil dalam acara podcast bertajuk 'All-In With Chamath, Jason, Sacks & Friedberg'.

Dalam kesempatan itu, bukannya melakukan pembelaan mengenai masalah genosida namun sebaliknya. "Tidak ada yang peduli dengan apa yang terjadi pada Uyghur," kata Palihapitiya.

Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar di sosial media, khususnya komunitas NBA. Hal itu tentu memberikan reaksi bagi pihak Warriors maupun NBA sendiri.

"Menanggapi pernyataan Chamath Palihapitiya selaku investor Golden State Warriors, dirinya tidak berbicara atas nama klub," mengutip pernyataan resmi manajemen Warriors.

"Pemilik saham minoritas tidak memiliki peran sebagai pengurus harian klub. Sehingga apa yang disampaikan tidak ada kaitannya dengan pandangan klub," jelas pihak manajemen Warriors.

NBA telah beberapa kali harus bersinggungan dengan Tiongkok. Sebelumnya ada Presiden Klub Philadelphia 76ers Daryl Morey yang ikut mengeluarkan pernyataan dukungan aksi demonstrasi di Hong Kong.

Baru-baru ini juga pemain NBA Enes Kanter Freedom, menyinggung Tiongkok secara personal dan pemerintahan.

Dengan ini, NBA harus bertindak cepat menangani masalah ini. Hal ini perlu dilakukan demi eksistensi olahraga NBA di Tiongkok agar tidak hilang.

Senator dari Negara Bagian Arkansas, Tom Cotton meminta komisaris NBA Adam Silver untuk memaksa Chamath Palihapitiya menjual saham Warriors. Dengan ini maka kaitan dirinya dengan NBA juga hilang.

"Kecuali Adam Silver dan NBA ingin diekspos sebagai orang-orang munafik yang berani mendukung genosida agama, mereka perlu memaksa miliarder Chamath Palihapitiya untuk menjual bagiannya dari Golden State Warriors," jelas Cotton.

"NBA dan Adam Silver harus mengutuk komentar yang dibuat oleh Chamath Palihapitiya. Jika hal ini tidak segera di atasi, maka NBA gagal untuk menunjukkan keterlibatan Tiongkok Komunis dan kejahatan mereka terhadap kemanusiaan," kata Marsha Blackburn, Senator AS dari Negara Bagian Tennessee. (And/TheStar/BleacherReport/OL-09)

BERITA TERKAIT