15 January 2022, 20:30 WIB

Dorna Sport Pertimbangkan tak Gelar MotoGP di Negara yang Menerapkan Wajib Karantina 


Akmal Fauzi | Olahraga

CEO Dorna Sport dikabarkan akan mengesampingkan negara tuan rumah yang memberlakukan karantina yang ketat untuk tim pembalap MotoGP musim 2022. 

Kabar itu menyusul insiden visa petenis Novak Djokovic ditolak pemerintah Australia karena status vaksinasi. 

"Kami tidak akan menerima peraturan karantina, jika mereka meminta kami untuk karantina selama 14 hari pada suatu negara, maka kami tidak akan pergi ke negara tersebut," kata Ezpeleta dikutip FPAL. 

Ezpeleta malah menyatakan siap menggelar balapan menjadi minimal hanya 19 seri saja pada MotoGP 2022. Padahal, jadwal sementara yang terakhir dirilis, ada 21 race dihelat pada MotoGP 2022. 

"Target kami ada 19 grand prix. Dari awal ada 21 karena kita harus menghormati kontrak yang sudah ditandatangani, tapi bisa jadi salah satunya jatuh,” tambah Ezpeleta. 

Baca juga : Pembenahan Sirkuit Mandalika akan Selesai Tepat Waktu

Sementara itu, Vice Presiden Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Cahyadi Wanda mengatakan, MGPA belum menerima informasi resmi atas pernyataan Ezepelata tersebut. Cahyadi mengatakan selama ini MGPA selalu berkomunikasi secara intens dengan Dorna Sports terkait seri MotoGP di Indonesia. 

"Belum (ada informasi resmi). Kami berkomunikasi secara intens dan mereka tidak pernah menyampaikan hal seperti itu ke kami," kata Cahyadi saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (15/1). 

Terkait kebijakan karantina untuk para pembalap Moto GP yang akan berlaga di sirkuit Mandalika, Cahyadi mengatakan masih berdiskusi dengan pemerintah pusat. 

"Kami masih diskusikan dengan pemerintah. Kalau sudah selesai kami sampaikan rilis resmi," ujarnya. 

Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat akan menjadi tuan rumah tes pramusim pada 11-13 Februari dan seri balap kedua pada 18-20 Maret. (FPAL/OL-7)

BERITA TERKAIT