12 January 2022, 13:20 WIB

Voracova Tak Bersalah Terkait Kasus Pembatalan Visa di Australia


 Rifaldi Putra Irianto |

ASOSIASI Tenis Wanita (WTA) buka suara terkait permasalahan yang dihadapi petenis Republik Ceko Renata Voracova menyusul pembatalan visanya di Australia, yang mengakibatkan Voracova dideportasi dari Australia dan batal berlaga di Australia Terbuka 2022.

Sama seperti petenis Novak Djokovic, visa Voracova juga dibatalkan pihak Australian Border Force (ABF), meskipun dirinya mendapatkan pengecualian vaksinasi covid-19 untuk berlaga di Australia Terbuka 2022.

Berbeda dengan Djokovic yang langsung tertahan di Bandara, petenis putri berusia 38 tahun itu awalnya diizinkan masuk ke Australia dan bahkan sempat melakoni pertandingan ganda pada turnamen yang digelar di Melbourne.

Tapi dia kemudian dimasukkan ke dalam fasilitas penahanan imigrasi di Melbourne bersama dengan Djokovic sambil menunggu keputusan dari pihak berwenang Australia.

Sementara itu, Djokovic tetap tinggal dan memenangkan pengadilan untuk tetap tinggal di Australia.

Voracova memutuskan meninggalkan Australia pada hari Sabtu, (8/1).

Dalam sebuah keterangan resmi yang dikeluarkan pada Rabu, (12/1) WTA memahami bahwa semua pemain harus divaksinasi dan mendukung kebijakan imigrasi Australia,

Namun, menurut WTA, Voracova telah mengikuti aturan sesuai prosedur dan mendapatkan pengecualian vaksinasi covid-19.

"WTA mendukung dan menghargai semua upaya yang dilakukan oleh Craig Tiley (CEO Tenis Australia) dan Tennis Australia untuk menjadi tuan rumah Summer of Tennis di bawah kondisi yang terus menantang bagi semua," tulis WTA dalam pernyataanya, Rabu (12/1).

"WTA percaya bahwa semua pemain harus divaksinasi dan mendukung penuh kebijakan imigrasi yang telah diberlakukan karena perlindungan komunitas Australia tempat kami berkompetisi sangatlah penting," imbuhnya.

"Namun demikian, permasalahan yang dialami selama beberapa hari terakhir di mana para atlet telah mengikuti proses yang disetujui dan disahkan untuk menerima pengecualian medis untuk masuk ke negara itu sangat disayangkan," tegasnya.

WTA menegaskan bahwa Voracova tidak bersalah dan telah mengikuti aturan yang berlaku untuk dapat berlaga di Australia Terbuka 2022.

Lebih lanjut WTA menyatakan akan bekerja dengan semua pihak berwenangn untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Renata Voracova mengikuti aturan dan prosedur ini, diizinkan masuk pada saat kedatangannya, berkompetisi dalam suatu acara dan kemudian tiba-tiba visanya dibatalkan ketika dia tidak melakukan kesalahan apa pun," tegasnya.

"Kami akan terus bekerja dengan semua pihak berwenang untuk mengatasi situasi yang tidak menguntungkan ini dengan cara yang tepat," terangnya.

Secara terpisah, Voracova mengatakan pada hari Selasa (11/1) waktu Praha, bahwa dia akan menuntut kompensasi dari Tennis Australia selaku penyelenggara acara Australia Terbuka terkait kejadian itu.

"Tiket pesawat saja seharga 60.000 koruna Ceko (atau setara dengan Rp39,9 juta) dan pelatih saya ikut bepergian dengan saya," kata Voracova setiba kembali di Praha.

“Dan kemudian ada waktu, hotel, pelatihan untuk Grand Slam, potensi hadiah uang. Saya berharap Tennis Australia akan bertanggung jawab dan kami tidak perlu mengambil langkah hukum," tukasnya. (Rif/WTA/OL-09)

BERITA TERKAIT