18 December 2021, 04:14 WIB

Jadi Presiden FIA, Ben Sulayem Cetak Sejarah


Basuki Eka Purnama | Olahraga

MOHAMMED ben Sulayem, Jumat (17/12), mencetak sejarah dengan menjadi orang non-Eropa pertama yang terpilih sebagai presiden Federasi Balap Mobil Internasional (FIA).

Warga Uni Emirat Arab berusia 60 tahun itu meraih 61,62% suara jauh mengungguli lawannya Graham Stoker, yang hanya meraih 36,62% suara.

Mantan pembalap reli itu akan menggantikan posisi Jean Todt, yang lengser setelah memimpin FIA selama 12 tahun.

Baca juga: Bos Mercedes Berharap Lewis Hamilton tidak Segera Pensiun

"Saya mengucapkan rasa terima kasih atas nama FIA dan anggotanya kepada Jean Todt atas semua capaian selama 12 tahun terakhir," ujar Sulayem dalam sebuah pernyataan resmi.

"Saya berkomitmen untuk melanjutkan kerjanya dan membuat olahraga balap mobil mencapai langkah yang lebih maju," lanjutnya.

Ben Sulayem, selama beberapa bulan terakhir, sibuk berkampanye sebagai kandidat yang tidak diunggulkan saat berhadapan dengan Stoker, yang merupakan orang kepercayaan Todt.

Dia berjanji akan membut FIA semakin modern dan transparan.

Dalam manifestonya, Sulayem berjanji menggelar audit terhadap keuangan FIA .

"Kita tidak pernah bisa mengatakan keuangan kami sudah cukup baik. Kita harus terus berbenah karena jika tidak kita sendiri yang akan rugi," tegasnya.

Sulayem juga menegaskan komitmennya untuk memperluas olahraga balap mobil ke negara tempat olahraga itu tidak populer.

"Mengembangkan olahraga balap mobil adalah hal yang penting. Kita tidak bisa hanya melihat d tempat dimana olahraga ini populer namun juga di tempat dimana olahraga ini tidak populer," kata Sulayem.

"Contohnya, dua negara terbesat di dunia, Tiongkok dan India. Di sana, hanya ada 8 ribu pemegang izin tanding dari 2,8 miliar warga. Sementara di tempat lain, misalnya Finlandia, ada 11 ribu pemegang izin tanding."

"Bagi saya, itu berarti ada yang salah. Itu adalah salah satu masalah utama yang harus ditasai FIA. Meski sulit, saya optimistis kita bisa melakukannya," imbuhnya. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT