30 November 2021, 17:25 WIB

Resmi Pimpin PB PJSI, Maruli Simanjuntak Siap Angkat Pamor Judo


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) resmi melantik Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) masa periode 2021-2026.

PB PJSI memilih Mayjen TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Umum periode 2021-2026 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Nasional ke-19. Maruli terpilih menggantikan Ketua Umum PB PJSI periode 2016-2021 Jenderal TNI (Purn) Mulyono, yang masa jabatannya habis pada Juni lalu.

Dalam pelantikan PB PJSI periode 2021-2026, Selasa (30/11) di Padepokan Judo Indonesia, Ciloto, Jawa Barat. Maruli berambisi membuat pamor judo Indonesia berjaya di mata dunia dengan mengirimkan wakil Merah Putih lolos kualifikasi Olimpiade 2024 Paris hingga meningkatkan kualitas pelatih dan wasit.

Dikatakan Maruli, dia bersama jajaran pengurus telah menyusun sejumlah rencana untuk mencapai misi tersebut. PB PJSI juga siap berkoordinasi dengan stakeholder olahraga, baik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan KONI.

“Kami bersyukur pelantikan PB PJSI 2021-2026 terselenggara dengan lancar. Kami menyampaikan apresiasi tinggi untuk KONI, KOI, dan Kemenpora. Semoga kepengurusan baru PB PJSI 2021-2026 dapat meningkatkan prestasi judo Indonesia menuju pentas dunia. Tak sekadar untuk atlet, tetapi juga bagi pelatih dan wasit,” kata Maruli Selasa (30/11).

Khusus pengembangan atlet, Maruli bertekad bisa kembali membawa atlet Indonesia lolos Kualifikasi Olimpiade 2024 Paris. Indonesia cukup lama tidak mengirim atlet judo di Olimpiade. Terakhir adalah Putu Wiradamungga yang tampil di London, 2012. Padahal sebelum itu, judo Indonesia aktif mengirim wakil, di antaranya Krisna Bayu yang turun di tiga Olimpiade (Atlanta-1996, Sydney-2000, dan Athena-2004).

Demi mencapai ambisi tersebut, Maruli mengaku akan menggerakkan lagi berbagai turnamen berskala nasional demi menjaring bibit terbaik judo Indonesia. Dalam waktu dekat, PJSI rencananya akan mengadakan Wismoyo Cup, Kartika Cup, dan Kapolri Cup yang  menjadi rangkaian seleksi atlet-atlet judo.

Selain itu PB PJSI, kata Maruli, juga bakal menerapkan sistem pemusatan latihan tersentralisasi yang berjenjang dengan mengaktifkan kembali Padepokan Judo Indonesia (PJI) di Ciloto, Puncak, Jawa Barat. Saat ini, PJSI juga tengah aktif berkomunikasi dengan federasi judo Korea dan Jepang untuk mendapatkan pelatih terbaik yang bisa mengantarkan atlet-atlet Indonesia berjaya di kancah dunia.

“Saya mengaktifkan pelatnas berlapis mulai dari kadet (di bawah 16 tahun), junior (16-19 tahun), dan senior. Pembinaan berjenjang ini kami harapkan dapat menghasilkan prestasi jangka panjang, tak sebatas menyongsong Paris 2024 tetapi juga Los Angeles 2028 dan Brisbane 2032,” terang Maruli.

“Program ini sejalan dengan misi DBON yang ingin meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di level Olimpiade. Tahun ini judo belum masuk dalam DBON, tetapi setiap tahun Kemenpora melakukan evaluasi cabor dan kami berharap judo bisa menjadi bagian dalam rencana besar pemerintah untuk menggapai sukses tersebut.”

Selain menyiapkan atlet untuk lolos ke Olimpiade Paris, PB PJSI juga bakal bersiap menghadapi sejumlah agenda kalender 2022, yakni SEA Games Hanoi dan Asian Games Hangzhou dimana Maruli berharap Judo dapat meraih prestasi terbaik di dua multievent internasional tersebut.

"Ya mudah-mudahan jadi memang kemarin evaluasi kita karena pandemi yang cukup panjang kita harus akui bahwa saya pribadi melihat itu banyak penurunan. Tapi itu memang terjadi di seluruh negara karena waktu bertanding waktu berlatih bersama memang banyak berkurang," sebut Maruli.

"Kita berharap Judo mendapatkan hasil terbaik (SEA Games 2021), tapi untuk saat ini kita belum menargetkan raihan untuk di SEA Games," jelasnya. (Rif/A-1)

BERITA TERKAIT