30 November 2021, 15:58 WIB

Israel Dilarang, Turnamen Squash Dunia di Malaysia Batal


Mediaindonesia.com | Olahraga

TURNAMEN besar squash di Malaysia dibatalkan. Ini setelah negara berpenduduk mayoritas Muslim itu memicu kemarahan dengan menolak memberikan visa bagi para pemain Israel.

Kejadian itu menjadi contoh terbaru dari negara Asia Tenggara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kejuaraan Beregu Dunia putra sedianya akan berlangsung di Kuala Lumpur pada 7-12 Desember dengan diikuti 26 regu.

Namun Federasi Squash Dunia (WSF) dan badan squash Malaysia mengatakan bahwa ajang itu telah dihentikan karena kemungkinan beberapa negara tidak dapat bersaing karena kurangnya konfirmasi atas penerbitan visa. 

Presiden WSF Zena Wooldridge mengatakan para pejabat olahraga telah berusaha untuk memengaruhi otoritas tertinggi Malaysia untuk memastikan kemampuan semua tim yang berpartisipasi, termasuk Israel, dapat memasuki Malaysia dan bersaing. "Penting bagi WSF agar tidak ada negara yang ingin berkompetisi melewatkan acara tersebut."

Asosiasi squash Israel sebelumnya mengatakan bahwa negara-negara yang berpartisipasi dalam turnamen itu menutup mata mereka terhadap rasisme dan diskriminasi. Asosiasi juga mengancam akan beralih ke Pengadilan Arbitrase Olahraga di Swiss jika WSF tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut.

WSF mengatakan keputusan untuk membatalkan acara tersebut juga dipengaruhi oleh varian baru virus korona Omicron yang dikhawatirkan dapat memengaruhi perjalanan ke Malaysia. Turnamen awal tahun ini dipindahkan ke Malaysia dari Selandia Baru karena pembatasan perjalanan terkait virus korona.

Pada 2019, Malaysia dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Para Dunia karena mengancam akan menolak atlet Israel. Pada 2015, peselancar angin Israel harus menarik diri dari kompetisi di pulau Langkawi setelah visanya ditolak.

Baca juga: Malaysia Tolak Izinkan Atlet Israel Ikut Turnamen Squash Dunia

Perjuangan Palestina mendapat dukungan luas di Malaysia. Sekitar 60% penduduknya ialah Muslim etnis Melayu dan masuk ke negara itu dengan paspor Israel dilarang. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT