25 November 2021, 19:20 WIB

Malaysia Tolak Izinkan Atlet Israel Ikut Turnamen Squash Dunia


Mediaindonesia.com | Olahraga

MALAYSIA yang berpenduduk mayoritas Muslim menolak memberikan visa bagi para pemain Israel untuk berpartisipasi dalam turnamen besar squash bulan depan. Ini memicu kemarahan di negara Yahudi itu.

Hal itu menjadi contoh terbaru dari negara Asia Tenggara, yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, berusaha melarang atlet dari negara tersebut. Kejuaraan Tim Dunia untuk pria akan berlangsung di Kuala Lumpur dari 7-12 Desember dengan 26 regu yang berpartisipasi.

Namun Federasi Squash Dunia (WSF) mengatakan telah diberitahukan bahwa saat ini pihak berwenang Malaysia belum menerima untuk memberikan visa bagi tim squash Israel. "WSF berkomitmen pada prinsip kejuaraan dunia terbuka dan inklusif agar semua negara anggota yang ingin berpartisipasi dipersilakan untuk melakukannya," kata badan pengelola itu dalam suatu pernyataan kepada AFP.

WSF menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan kontak dengan badan squash Malaysia dan berharap solusi yang adil dan praktis dapat dicapai.

Asosiasi Squash Israel mengatakan pihaknya berencana untuk beralih ke Pengadilan Arbitrase Olahraga di Swiss jika WSF tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut. "Sayang sekali mereka mencampuradukkan olahraga dengan politik," kata ketua asosiasi Aviv Bushinsky kepada AFP.

"Mereka yang menutup mata--semua negara yang berpartisipasi dan membiarkan hal seperti itu terjadi-- membiarkan rasisme dan diskriminasi terjadi dalam olahraga." Asosiasi Raket Squash Malaysia, organisasi squash negara itu, menolak berkomentar.

Turnamen awal tahun ini dipindahkan ke Malaysia dari Selandia Baru karena pembatasan perjalanan terkait virus korona. Pada 2019, Malaysia dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Para Dunia karena mengancam akan menolak atlet Israel.

Baca juga: Israel Desak Turki Tutup Organisasi Hamas

Pada 2015, peselancar angin Israel harus menarik diri dari kompetisi di pulau Langkawi setelah visanya ditolak. Perjuangan Palestina mendapat dukungan luas di Malaysia yang sekitar 60 persen penduduknya ialah Muslim etnis Melayu dan masuk ke negara itu dengan paspor Israel dilarang. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT