19 November 2021, 08:15 WIB

AS Pertimbangkan Lakukan Boikot Diplomatik di Olimpiade Beijing


Basuki Eka Purnama | Olahraga

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Kamis (18/11), mengatakan dirinya mempertimbangkan untuk melakukan boikot dilomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin di Beijing.

Biden menyebut langkah itu sebagai upaya menunjukkan ketegasan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Tiongkok tanpa mempengaruhi atlet 'Negeri Paman Sam' itu.

Pernyataan itu diungkapkan Biden setelah menggelar pertemuan video dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Senin (15/11) malam. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara mengatakan ingin memastikan stabilitas hubungan dan mencegah terjadinya konflik yang tidak disengaja.

Baca juga: Bolt Klaim Dirinya Bisa Raih Emas Lari 100 Meter di Olimpiade Tokyo 2020

Namun, Biden berada di bawah tekanan untuk mengangkat masalah pelanggaran HAM yang dilakukan Tiongkok, terutama di Xinjiang dengan pemerintah AS menuding Beijing melakukan genosida terhadap warga Uyghur.

Selasa (16/11), The Washington Post melaporkan pemerintah Biden akan segera mengumumkan boikot diplomatik tehadap Olimpiade Beijing, yang berarti para atlet bisa tetap bertanding namun tidak akan ada pejabat AS yang hadir di pesta olahraga itu.

Belum ada keputusan

Di bawah pendahulu BIden, Donald Trump, hubungan AS-Tiongkok mencapai titik terendah dengan perang dagang besar-besaran dan perdebatan mengenai asal virus korona yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Tiongkok.

Biden kemudian berusaha memperbaiki hubungan Beijing sembari fokus memperkuat aliansi tradisional AS dalam menghadapi kekuatan ekonomi dan militer Tiongkok.

Setelah Biden mengatakan mempertimbangkan memboikot Olimpiade Beijing, juru bicara Geudng Putih Jen Psaki mengatakan dirinya belum mendapat informasi mengenai hal itu.

"Saya akan memberi waktu kepada presiden dan penasehat keamanannya untuk membuat keputusan," ujar Psaki. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT