19 November 2021, 05:15 WIB

Kyrgios Minta Australia Terbuka Dibatalkan


Basuki Eka Purnama |

NICK Kyrgios meminta agar Australia Terbuka dibatalkan, juga secara tidak terduga menunjukkan simpati kepada petenis nomor satu dunia Novak Djokovic, yang menolak mengungkapkan status vaksinasinya.

Petenis Australia tersebut berpendapat turnamen Grand Slam pembuka tahun, yang akan digelar pada Januari itu, tidak boleh digelar untuk menghormati perjuangan yang dialami tuan rumah Melbourne selama pandemi.

Melbourne telah menghabiskan lebih dari 260 hari pemberlakuan pembatasan wilayah sejak covid-19 muncul, dan, menurut Kyrgios, tidak ada gunanya mengambil risiko.

Baca juga: Zverev Melaju ke Semifinal ATP Finals

"Menurut saya, Australia Terbuka tidak harus dilanjutkan demi orang-orang di Melbourne," kata Kyrgios dalam podcastnya, No Boundaries, dikutip dari AFP, Jumat (19/11).

"Berapa lama (Melbourne) melakukan lockdown? 275 hari atau sekitar itu?" lanjutnya.

Menteri Olahraga negara bagian Victoria Martin Pakula tidak setuju, dengan mengatakan dia tidak bisa mengikuti logika dari komentar Kyrgios.

"Warga Melbourne, Victoria, dan, sejujurnya, semua warga Australia, benar-benar antusias untuk acara-acara besar," kata Pakula.

"Ekonomi kita membutuhkannya, jiwa negara kita membutuhkannya," imbuhnya.

Australia Terbuka berjalan tahun ini, tetapi para pemain terpaksa menghabiskan dua pekan karantina di hotel, kerumunan dibatasi, dan pembatasan wilayah selama lima hari dilakukan pada pertengahan acara.

Penyelenggara bersikeras turnamen tersebut akan berjalan sesuai jadwal pada 2022, dengan pemain yang divaksin penuh diharapkan dapat memasuki Australia tanpa dikarantina atau terbatas pada gelembung.

Perdana Menteri Negara Bagian Victoria Daniel Andrews mengatakan tidak ada pengecualian bagi pemain yang tidak divaksin. Hal itu menimbulkan keraguan apakah juara sembilan kali Djokovic, yang menolak mengungkapkan status vaksinasinya, akan mempertahankan gelarnya.

Kyrgios memiliki hubungan yang sulit dengan petenis nomor satu dunia asal Serbia itu, menyebutnya 'orang bodoh' di Australia Terbuka Open tahun ini karena menuntut dilonggarkannya pembatasan karantina hotel bagi para pemain.

Namun, dia melunakkan pendiriannya, mengatakan Djokovic harus mampu bersaing terlepas dari apa pun, sambil merujuk pada bintang basket Amerika Serikat (AS) Kyrie Irving yang melewatkan awal musim NBA setelah menolak divaksin covid-19.

"Kyrie, Novak, orang-orang ini telah memberikan begitu banyak, begitu banyak pengorbanan. Mereka adalah atlet global yang disegani jutaan orang," kata petenis Australia yang turun ke peringkat 90 dunia itu.

"Saya hanya berpikir sangat salah secara moral untuk memaksa seseorang untuk divaksin."

"Saya divaksin penuh, tetapi saya pikir tidak benar untuk memaksa siapa pun (untuk divaksin) dan mengatakan 'Anda tidak bisa datang dan bermain di sini karena Anda tidak divaksin'."

"Ada solusi lain, (seperti) dites setiap hari," tambahnya.

Meskipun menyerukan agar Australia Terbuka dibatalkan, Kyrgios mengatakan turnamen tersebut adalah Grand Slam favoritnya dan dia tidak begitu menyukai Prancis Terbuka.

"Australia Terbuka adalah Slam favorit saya dengan penonton tuan rumah, tekanannya sangat berbeda," pungkas Kyrgios. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT