12 November 2021, 21:45 WIB

Pemerintah Apresiasi Penyelengaraan PON XX dan Peparnas XVI Papua


Faustinus Nua |

PEMERINTAH mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021. 

Kedua perhelatan akbar nasional itu dinilai sukses meski berlangsung di tengah pandemi covid-19.

"Kesan pertama dari penyelenggaraan PON dan Peparnas ini tentu kalau bagi kami (Pemerintah) ini luar biasa hebat. PON dan Peparnas ini merupakan pembuktian bagi kita semua bahwa Papua dan Indonesia sudah sangat bersenyawa, menyatu di dalam semangat dan tujuan serta rasa senasib-sepenanggungan," ujar Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers, Jumat (12/11) malam.

Mahfud menyampaikan bahwa sebelumnya, menjelang pelaksanaan PON sampai Papernas, pemerintah mencatat banyak hal yang agak mengkhawatirkan. Mulai dari keamanan, prokes covid-91, sambutan publik dan sebagainya. 

Akan tetapi hasilnya ternyata luar biasa dan membuktikan Papua sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang bisa menyelenggarakan even nasional dengan aman dan meriah.

Panitia pelaksana, Pemprov Papua, masyarakat Papua, aparat keamanan dan semua stakeholders, menurutnya mampu berkoordinasi dengan baik. 

Tidak ada hal yang menghambat pelaksanaan PON dan Peparnas, termasuk kekhawatiran akan penyebaran covid-19. Memang ada temuan kasus tetapi tidak berdampak pada penyelenggaraan kedua even dan justru bisa ditangani dengan baik pula.

"Keberhasilan ini sesuai dengan semboyan Torang Bisa. Torang Bisa bukan hanya semboyan semata tapi bukti yang diimplementasikan," imbuh Menko Polhukam.

Disampaikannya bahwa Peparnas XVI akan ditutup langsung oleh Presiden Joko Widodo besok, Sabtu (13/11). Menurutnya, Presiden berkeinginan untuk hadir dan menutup langsung even tersebut di Tanah Papua.

"Bapak Presiden sangat senang dengan penyekenggaran PON dan Peparnas ini, sehingga beliau besok akan mentuup sendiri Peparnas ini," kata dia.

Baca juga: Jokowi Dijadwalkan akan Menutup Peparnas XVI

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa PON dan Peparnas bisa tetap terlaksana di Papua karena keinginan dan keberanian Presiden. Padahal sebelumnya ada banyak isu kekhawatiran bahkan ada permintaan PON dan Peparnas ditunda, dihentikan atau dipindah. 

"Tapi arahan Pak Presiden PON dan Peparnas harus tetap jalan, tidak boleh pindah, harus ada di Papua," ujarnya.

Dia pun mengapresiasi suksesnya PON dan Peparnas yang akan ditutup besok. Selama penyelenggaraan tidak ada hambatan berarti, semua tetap berjalan dengan baik.

Selain itu, selama perhelatan juga terdapat capaian-capaian luar biasa seperti 90 rokor baru di PON. Kesuksesan juga tercatat dengan mendongkrak perekonomian di Papua, khsusnya di kota-kota yang menjadi venue perhelatan multieven nasional itu.

"Menurut catata BI, selama ini (perputaran uang) sekitar Rp1,5 triliun. Ini satu hal juga yang membuat ekonomi di Papua baik di kabupaten/ kota Jayapura, Merauke, Timika itu bergerak semuanya," jelas Zainudin.

Kesuksesan lain adalah pengedalian covid-19 yang perlu diapresiasi. Semua terkendali sampai dengan selesai, dalam arti tidak ada korban meninggal. 

"Selanjutnya sukses administrasi ini yang sedang kita kawal mudah-mudahan setelah selesai PON dan Peparnas ini tidak ada masalah-masalah soal pertanggung-jawaban dan sebagainya," tuturnya. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT