10 November 2021, 11:16 WIB

Atlet Elite Jawa Timur Pecahkan Rekornas di Peparnas Papua


 Ilham Ananditya |

PERENANG Jawa Timur (Jatim), Mutiara Cantik Harsanto, pecahkan rekor nasional (rekornas) cabang olahraga (cabor) renang 200 meter gaya bebas putri (S9) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua XVI di Akuatik Center Lukas Enembe Jayapura, Rabu (10/11).

Cantik meraih medali emas dengan catatan waktu 2 menit 54,49 detik. Torehan waktu itu juga membawanya melampaui rekor waktu sebelumnya atas nama Wahdina dengan waktu 3 menit 22,19 detik di Solo pada 2015.

Sementara medali perak diraih wakil Jawa Barat Yunita dengan perolehan waktu 3 menit 04,02 detik. Sedangkan atlet tuan rumah Papua, Yubelina Marerabuyan harus terhenti dan tidak dapat mencapai garis akhir.

Atlet berusia 17 tahun ini mengaku bersyukur bisa meraih medali emas, sekaligus memecahkan rekornas di Peparnas Papua.

"Alhamdulillah sangat-sangat bersyukur, karena dari latihan-latihan yang kemarin itu selalu tidak puas dengan diri sendiri. Tapi setelah terjun rasanya lebih lega banget, ternyata melebihi ekspetasi," kata Cantik usai lomba.

"Perjuanganya itu yang pasti setiap hari latihan. Melawan rasa capek, rasa takut, dan harus disiplin tiap hari. Mengeluh itu pasti ada, tapi sebentar saja, setelah itu maju lagi," ujar Cantik.

Sebagai atlet elite yakni atlet Asia Paragames Jakarta 2018, ia mengaku hanya mengikuti satu dari dua pilihan nomor lomba ajang tersebut.

"Kalau untuk Asia Paragames Jakarta kemarin masih belum dapat medali, hanya masuk ke final saja," terang dia.

Merujuk pada Buku Panduan Teknis (THB) Peparnas Papua, atlet yang bersaing dalam lomba renang juga dibagi menjadi dua kelompok yakni atlet elite dan atlet nasional.

Atlet elite adalah mereka yang pernah mengikuti ajang besar baik single event maupun multievent seperti ASEAN Para Games, Asian Para Games dari tahun 2005 hingga 2018.

Khusus atlet elite, Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia dan PB Peparnas menerapkan kebijakan pembatasan nomor lomba, yakni atlet hanya boleh mengikuti satu nomor lomba dari dua pilihan nomor lomba.

Sementara atlet nasional adalah kelompok atlet yang belum pernah mengikuti ajang internasional dan maksimal boleh mengikuti tiga nomor lomba. Pembatasan nomor lomba untuk atlet elite ini dilakukan sebagai upaya menjaga regenerasi. (And/InfoPublik/OL-09)

BERITA TERKAIT