07 November 2021, 19:09 WIB

Sean Gelael Rebut Runner-up WEC 2021


Widhoroso | Olahraga

PRESTASI mengagumkan didapat pembalap Indonesia, Sean Gelael dalam FIA World Endurance Championship (WEC) 2021. Tampil di kelas LMP2, Sean yang memperkuat tim JOTA#28 bersama Tom Blomqvist (Inggris) dan Stoffel Vandoorne (Belgia), menduduki posisi runner up setelah menempati posisi ketiga dalam seri pamungkas WEC, 8 Hours of Bahrain, yang digelar Sabtu (6/11).

Sean, pembalap yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia, Pertamina dan BNI, sebenarnya berpeluang besar merebut juara dunia, Bersama Tim Jota #28, Sean hanya berselisih lima poin dengan pimpinan klasemen, tim WRT#38 sebelum seri pamungkas di Bahrain yang berlangsung di Sirkuit Sakhir digelar.

Namun, keberuntungan belum berpihak kepada Sean, Vandoorne, dan Blomqvist. Dengan target finis di depan tim WRT untuk menjadi juara dunia, tim JOTA #28 hanya mampu finis di posisi ketiga. Gear juara di Bahrain diraih tim WRT yang sukses menyapu bersih kemenangan di tiga seri terakhir WEC 2021, yaitu 24 Hours of Le Mans, 6 Hours of Bahrain, dan 8 Hours of Bahrain. Di klasemen akhir tim, WRT #31 total mengumpulkan 151 angka di posisi teratas, sementara JOTA #28 131, dan JOTA #38 123.

Walau hanya mampu membawa tim JOTA #28 finis di posisi kedua, bagi Sean merupakan pencapaian yang luar biasa mengingat ini tahun pertamanya ikut WEC semusim penuh. Secara umum dia menjadi pebalap Indonesia dengan pencapaian terbaik dan tertinggi di ajang yang diakui FIA.

Terlebih di seri terakhir, Sean menunjukkan penampilan gemilang. Start dari posisi 9, dia langsung naik dua posisi. Setelah itu dia beberapa kali menyusul pebalap, sehingga sebelum dia diganti Stoffel Vandoorne, tim JOTA #28 berada di posisi empat.

Aksi hebat Sean adalah ketika dia menyusul Philip Hanson yang mengendarai mobil juara bertahan, United Autosports USA #22. Bukan hanya sekali, bahkan dua kali.

Itu terjadi karena setelah menyusul yang pertama Sean terlibat insiden di Tikungan 11 dengan para pebalap GTE, yang membuat posisinya melorot. Saat recovery posisi itulah dia menyusul Hanson lagi. Setelah kendali berganti ke Stoffel dan Tom, JOTA #28 benar-benar kesulitan menyamai kecepatan tiga pebalap WRT, Ferdinand Habsburg, Robin Frinjs, dan Charles Milesi.

"Saya dan tim sudah berusaha keras, tapi kami harus akui lawan memang lebih baik di balapan ini. Selamat untuk WRT dan saya akan berusaha lebih baik lagi tahun depan," ujar Sean.

Hingga saat ini belum diketahui balapan dan tim apa yang akan dibela pembalap pembalap berusia 25 tahun itu untuk musim depan. Yang pasti, Sean mengaku sangat menikmati endurance racing, karena terbukti bisa sangat kompetitif di ajang ini. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT